Kehancuran akibat serangan udara ke konvoi kemanusiaan (foto)

Kehancuran akibat serangan udara ke konvoi kemanusiaan (foto),

Amerika Serikat percaya jika dua pesawat Rusia menyerang konvoi bantuan kemanusiaan di Urum Kubro, Aleppo, ujar pejabat AS pada Selasa kemarin.

Meskipun menyalahkan militer Rusia atas serangan mematikan itu, namun diplomat AS masih berupaya menyelamatkan kesepakatan gencatan senjata dengan Moskow yang berlaku sejak 12 September di Suriah.

Dua pesawat tempur Su-24 terlihat terbang di atas langit lokasi konvoi bantuan saat hari serangan, kata dua pejabat AS kepada Reuters, mengutip sumber intelijen AS sehingga menyimpulkan Rusia bersalah.

Ben Rhodes, wakil penasehat keamanan nasional AS, menyatakan bahwa Gedung Putih menunggu "tanggung jawab Rusia" terhadap apa yang disebut sebagai "tragedi besar kemanusiaan".

Meski demikian, Rhodes tidak merinci lebih lanjut apakah serangan yang merupakan kejahatan perang ini dilakukan oleh pesawat Rusia.

Sebelumnya, laporan kelompok pemantau SOHR dan aktivis lokal menyebut serangan udara dilakukan oleh Rusia atau rezim Assad, tak ada kemungkinan pelaku lain.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia menolak tuduhan tersebut, kepada wartawan ia menyatakan bahwa pihak AS "tidak memiliki fakta-fakta" untuk mendukung klaimnya, ia juga menambahkan: "Kami tidak ada hubungannya dengan situasi ini".

Rusia membantah jika pesawat miliknya atau pihak rezim Assad telah melakukan serangan. Bahkan Moskow mengklaim konvoi kemanusiaan itu tidak diserang dari udara melainkan karena insiden di darat.

PBB, Palang Merah dan Amerika Serikat menggambarkan tragedi Senin malam sebagai hasil serangan udara, yang secara tak langsung menyalahkan pesawat Rusia atau Assad telah melanggar gencatan senjata sekaligus bentuk kejahatan perang.

Tapi PBB kemudian merevisi keterangan dengan menghapus kalimat "serangan udara" dan menggantinya dengan "serangan".

Juru bicara urusan kemanusiaan PBB, Jens Laerke, mengatakan jika pada referensi asli yang menyebut tentang "serangan udara" mungkin bentuk kesalahan penyusunan.

Menurutnya, PBB tidak dalam posisi yang menentukan apakah itu adalah serangan udara atau bukan, tapi yakin konvoi kemanusiaan telah "diserang".

Sebanyak 20 warga sipil, yang termasuk relawan kemanusiaa, supir truk dan direktur Bulan Sabit Merah lokal, Omar Barakat, dinyatakan terbunuh oleh serangan udara itu.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi tentang Suriah pada hari Rabu ini (21/9). (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.