Para pendukung Houthi di Sana'a (foto),
Militer Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman pada Senin (12/9) menyatakan telah menembak jatuh rudal yang ditembakkan pemberontak Syi'ah itu ke arah pangkalan udaranya di wilayah selatan.

Serangan ini merupakan rudal terbaru yang diarahkan ke wilayah Saudi sejak koalisi kembali melancarkan serangan udara untuk mendukung pemerintah Yaman, pasca buntunya negosiasi politik di Kuwait.

Pangkalan udara Khamis Mushait, barat daya Arab Saudi, adalah garis terdepan dalam operasi koalisi melawan pemberontak Houthi dan sekutu mereka, loyalis mantan diktator Abdullah Saleh.

Rudal Patriot dikerahkan untuk menangkis serangan rudal balistik taktis, yang berulang kali ditembakkan dari Yaman sejak perang pada Maret 2015.

Penembakan rudal terbaru terjadi tak lama setelah keterangan sejumlah saksi mata di ibukota pada Minggu, yang mengatakan bahwa serangan udara koalisi pimpinan telah menewaskan sedikitnya 22 warga sipil di daerah dekat Sana'a yang diduduki Houthi.

Namun juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Ahmed Asseri membantah menyasar warga sipil, ia mengatakan: "Semua operasi kami di wilayah itu menyasar posisi Houthi dan anggotanya".

Pertempuran di Yaman kembali meningkat sejak bulan lalu, pasca gagalnya perundingan damai yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kuwait.

Pemerintah sah ingin Houthi dan Saleh mematusi resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2216 tahun 2015, yang menuntut militan Syi'ah menarik diri dari kota-kota yang dicaplok secara sepihak.

Sejak Maret tahun lalu, menurut estimasi terbaru PBB, perang telah menewaskan sekitar 10 ribu orang, dimana hampir setengahnya adalah warga sipil, serta menyebabkan setidaknya tiga juta orang lainnya kehilangan tempat tinggal. (Antaranews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.