Warga sipil di wilayah oposisi kembali dikepung rezim Assad (foto),
Pasukan rezim Suriah dan milisi Syi'ah dilaporkan telah merebut kembali beberapa posisi militer strategis di wilayah di barat daya Aleppo, Minggu (4/9).

Area tersebut sebelumnya direbut oleh oposisi pada awal Agustus, saat memecah pengepungan rezim Assad atas kota Aleppo timur.

Menurut sumber oposisi dan kelompok pemantau, pasukan rezim memperoleh kemajuan setelah melakukan pemboman berat dan serangan yang berulang-ulang.

Posisi penting yang direbut kembali adalah akademi militer (altileri dan penerbangan) di kawasan Ramusah, dan ini sekaligus memutus akses ke kota Aleppo timur.

Zakaria Malahifji dari kelompok oposisi al-Fastaqim, mengkonfirmasi laporan tentang dua bagian akademi militer yang direbut oleh pasukan rezim Suriah.

Sementara menurut kelompok pemantau SOHR, telah dikonfirmasi bahwa akademi altileri Ramusah kembali berada di bawah kontrol Assad.

Meski demikian, pasukan rezim belum bisa membuka jalur suplai ke Aleppo barat lewat kawasan ini, karena sebagian besar Ramusah masih dikuasai pejuang Sunni.

Basyar al-Assad, yang dibantu sekutu Syi'ah asing dan Rusia sejak awal tahun telah mengincar untuk merebut seluruh kota Aleppo, dimana sisi timur kota masih dikuasai oposisi Fathu Halab.

Hal itu nyaris terwujud ketika pada bulan Juli, jalur suplai lewat utara kota berhasil diputus dan mengepung 300 ribu warga sipil. Namun oposisi dari arah Idlib membuka jalur baru dari barat daya kota melalui sebuah serangan besar.

Oposisi memberi ultimatum
Koalisi oposisi dalam Fathu Halab mengancam akan menyerang jalur Castello di utara kota, jika kawasan Ramusah terus dibom/diserang rezim dan sekutunya.

"Kami koalisi Fathu Halab, (untuk) menanggapi praktik-praktik rezim kriminal yang mencoba mengepung kembali kota Aleppo (timur), dengan menyerang secara terus-menerus jalan Ramusah dan menyebabkan kerugian pada rakyat kami. Maka sebagai bentuk 'mata ganti mata', kami mengumumkan bahwa jalan Castello dan sekitarnya akan menjadi daerah yang ditargetkan...", kata Fathu Halab dalam pernyataannya.

Ultimatum juga meminta warga sipil menyingkir dari area sasaran, dalam 72 jam atau hingga 7 September. Setelahnya, oposisi akan mengebom ke jalan Castello yang merupakan jalur suplai rezim Assad ke Aleppo barat.

Pertempuran sengit di penjuru negeri
Selain Aleppo, pertempuran sengit juga terjadi utara provinsi Hama, dimana oposisi dan kelompok Jihadis merebut beberapa kota sejak awal pekan lalu.

Diantaranya adalah kota Halfaya, Tayyibah al-Imam, Sauran dan Ma'ardas, serta beberapa pos pertahanan di sekitarnya, sehingga makin memperpendek jarak oposisi ke kota Hama hingga 6 km.

Serangan pun dilakukan ke wilayah-wilayah baru. Menurut seorang juru bicara kelompok pejuang Jaisyul Nasr, Muhammad Rasyid, "mujahidin telah meluncurkan serangan untuk mengincar kota Ma'an", salah satu kota paling utara di provinsi Hama yang masih dikontrol Assad.

Hari Sabtu, bombardir oposisi ke sebuah pangkalan udara di dekat kota Hama, dilaporkan menewaskan hingga 30 orang tentara, termasuk seorang pilot.

Sedangkan serangan udara Assad/Rusia menyasar di kota Kafr Zita pada Sabtu malam. Sebuah video yang beredar menunjukkan "penggunaan bom terlarang", karena ledakan yang acak.

Di Ghouta timur, Jaisyul Islam mengklaim berhasil merebut beberapa pos dan memukul mundur pasukan Assad. (Reuters/SOHR)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.