Seorang petinggi militer Iran tewas di Suriah (foto),
Ratusan ribu orang tewas tewas sepanjang 66 bulan revolusi Suriah yang dimulai dari demo damai namun menjadi perang panjang setelah Assad merespon dengan kekerasan.

Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mendokumentasikan sebanyak 301.781 kematian sejak korban pertama jatuh di Dara'a pada 18 Maret 2011.

Korban jiwa berasal dari banyak pengelompokan, yaitu warga sipil dan bermacam pasukan bersenjata yang terlibat dalam perang rumit di Suriah.

SOHR berhasil mencatat kematian 86.692 warga sipil, termasuk sekitar 15.099 anak/remaja di bawah 18 tahun, dan 10.018 perempuan.

Jumlah kombatan asli Suriah dari kelompok oposisi FSA, faksi Islam serta milisi SDF yang tewas mencapai 48.766 orang. Juga ada 3.593 orang pasukan rezim yang membelot dan kemudian meninggal.

Di pihak rezim Assad, angka tewas yang tercatat mencapai 107.057 tentara maupun milisi.

Jumlah tentara dan perwira militer resmi rezim yang tewas sebanyak 59.006 orang.

Lalu angka tewas milisi pro Assad yang berasal dari Syabihah, loyalis Ba'ats, informan rezim dan lain-lain, berjumlah 41.564 orang.

Milisi Syi'ah asing dari kelompok teroris Hezbollah yang tewas berjumlah 1.321, ditambah 5.163 milisi Syi'ah yang dimpor dari Iran, Afghanistan, Pakistan dan negara Asia lainnya, serta etnik Arab dan Palestina yang menyokong Assad.

Jumlah tewas kombatan asing penentang Assad mencapai 52.031 orang, utamanya berasal dari kelompok ultra ekstrimis ISIS, lalu Jabhah Nushrah (kini Jabhah Fathu Syam), Jundu al-Aqsa, Hizbul Islam Turkistan, Uzbekistan, pejuang Chechnya dan lain-lain.

Mereka berasal dari Lebanon, Irak, Palestina, Yordania, Teluk Arab, Afrika Utara, Mesir, Yaman, Sudan, Rusia (termasuk Kaukasus), China, Eropa, India, Afghanistan, Amerika, Australia, bahkan beberapa berasal dari Indonesia.

Mereka bergabung dalam kelompok yang berbeda-beda, dimana selain memerangi Assad juga saling berkonflik, terutama yang menentang ISIS.

Korban yang tak dikenali dari pengelompokan mana, menurut dokumentasi SOHR berjumlah 3.645 orang.

Selain itu, SOHR juga menerima informasi terkonfirmasi dari sumber terpercaya di pihak-pihak keamanan rezim, bahwa setidaknya 60 ribu tahanan meninggal di penjara raksasa Sednaya dan penjara lainnya dalam lima tahun terakhir.

Para korban ini meninggal akibat penyiksaan fisik langsung, hingga kekurangan makanan dan obat-obatan. SOHR baru bisa mencatat kematian 14.464 tahanan, termasuk 110 anak/remaja di bawah 18 tahun dan 53 perempuan.

Angka tewas lebih besar
Angka-angka statistik di atas hanyalah yang tercatat oleh SOHR, angka riil tidaklah diketahui, namun diperkirakan jauh lebih besar.

Pihak-pihak yang berperang menutup rapat jumlah korban sebenarnya di pihak mereka.

Selain itu, banyak pula laporan korban sipil yang belum terverifikasi oleh kelompok pemantau SOHR yang berbasis di London ini.

Termasuk laporan 5.000 warga sipil yang diculik dan ditahan oleh ISIS, dimana nasibnya tak diketahui.

Juga sekitar 6.000 pasukan rezim dan milisinya yang tertangkap oleh berbagai musuh-musuhnya, dan 2.000 orang yang ditahan karena dituduh sebagai loyalis Assad atau mata-mata.

Belum lagi ratusan milisi Kurdi non-Suriah, yang tewas selama bertempur bersama milisi YPG.

SOHR juga memperkirakan angka kombatan asing yang tewas bisa mencapai 75 ribu orang.

Selain kematian, sekitar dua juta warga Suriah mengalami bermacam cedera dan cacat permanen. Sedangkan angka pengungsi di dalam maupun luar negeri mencapai 11 juta orang.

Perang juga menyebabkan kehancuran infrastruktur, rumah sakit, sekolah dan berbagai properti swasta yang tak terhitung nilainya. (SOHR)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.