Perdana menteri Turki (foto),
Turki Perdana Menteri, Binali Yildirim, pada hari Senin (15/8) mengatakan bahwa solusi konflik Suriah menjadi lebih dekat daripada sebelumnya.
 
Menurutnya, untuk mencapai solusi yang komprehensif setidaknya membutuhkan tiga langkah dengan keterlibatan aktor-aktor regional.

Dalam wawancara dengan surat kabar Turki, Karar, Yildirim mengajukan roadmap berdasarkan prinsip penyelesaian konflik negara tetangganya itu dengan kerjasama semua pihak.

Roadmap Turki didasarkan pada tiga hal utama:

1. Mempertahankan kesatuan wilayah Suriah, dengan mencegah rencana PYD di Suriah, yang dianggap berafiliasi dengan PKK, untuk mewujudkan negara federalnya

2. Membangun kembali negara Suriah yang tidak berdasarkan sektarianisme atau wilayah

3. Memulangkan kembali seluruh pengungsi Suriah sesuai jadwal tertentu

Yilidrim menekankan jika solusi ini harus didasarkan pada prinsip untuk mempertahankan kesatuan wilayah Suriah, sehingga tujuan politik kelompok PYD tidak bisa dibiarkan.

"Negara Suriah yang baru tidak akan didasarkan pada pembagian (kontrol) sesuai sektarian, etnis, atau regional. Negara Suriah akan kembali dibangun untuk menyelesaikan masalah penuh darah yang terjadi saat ini", kata Yildirim.

Namun ia menegaskan, bahwa hal itu bisa bisa bertahan dengan jatuhnya Basyar al-Assad secepatnya.

"Sebagai negara baru tanpa sektarianisme, ini berarti Basyar al-Assad seharusnya tidak memiliki kedudukan lagi dalam jangka panjang", katanya, mengisyaratkan kemungkinan 'menerima Assad' hanya pada awal masa transisi.

"Terkait hal yang paling penting bagi Turki, (yaitu) semua pengungsi Suriah yang terusir dari negaranya menuju negara-negara tetangga, akan dipulangkan kembali sesuai dengan jadwal yang jelas. Baik di Turki, Yordania, Lebanon, dan tempat-tempat lain dimana pengungsi Suriah berada", tambah Yildirim. (Orient-news)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.