Molavi Abdullah pada tahun 2015 (foto),
Seorang tokoh Islam Sunni terkemuka di Iran menyatakan bahwa pelaksanaan eksekusi mati terhadap beberapa warga Sunni pekan lalu dapat mengobarkan ketegangan sektarian di kawasan.

Sedangkan pemerintah Teheran mengklaim keputusan eksekusi merupakan sikap keras terhadap "terorisme yang didukung asing".

Iran mengeksekusi mati sekitar 20 warga Sunni Kurdi yang dituduh melakukan serangan terhadap pasukan keamanan.

Tidak ada pengadilan terbuka/publik atas kasus tersebut, sementara kelompok HAM mengatakan vonis hukuman itu mungkin didasarkan pada pengakuan melalui pemaksaan.

Komisaris Tinggi urusan Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra'ad Aal-Hussein, pada hari Jumat mengatakan bahwa "ketidakjelasan dan sangat lebarnya lingkup" dakwaan kriminal telah membawa sebuah ketidakadilan.

Kementerian Luar Negeri Iran mengaku terkejut atas pernyataan tersebut, dengan menyatakan hukuman pada warga Sunni sebagai kebijakan melawan "teroris yang didukung asing".

"Republik 'Islam' (Syi'ah) Iran selalu mengambil langkah kebijakan tegas untuk memerangi kelompok teroris yang didukung oleh negara-negara asing", kata juru bicara kementerian LN, Bahram Qasemi, seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA.

Molavi Abdulhamid, seorang ulama Sunni terkemuka di Iran menyebut eksekusi itu meniadakan "pertimbangan ke depan dan toleransi", pada saat Iran dan seluruh kawasan sedang dilanda ekstremisme.

"Keluhan utamanya adalah, bahwa situasi sensitif di wilayah kami tidak ikut dipertimbangkan dalam eksekusi ini", kata Abdolhamid, yang dianggap sebagai pemimpin spiritual bagi minoritas Sunni Iran, melalui situsnya.

Iran adalah salah satu negara dengan tingkat eksekusi mati tertinggi di dunia. Amnesty International mengungkap setidaknya ada 977 orang dihukum mati pada tahun 2015, dibandingkan dengan 320 di Pakistan dan sekitar 158 di Arab Saudi. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.