Korban serangan udara di Idlib (foto),
Serentetan serangan udara di dekat rumah sakit di Suriah barat laut membunuh sedikitnya 10 warga sipil, seperti diungkap SOHR pada hari Sabtu (6/8).

Kelompok pemantau itu mengatakan bahwa serangan menargetkan kota Milis di provinsi Idlib, yang berbatasan dengan Turki dan dikendalikan oleh faksi Jabhah Fathu Syam (bekas Jabhah Nushrah).

Menurut SOHR, tiga anak dan dua perempuan termasuk diantara korban jiwa yang jatuh, serta menggaris bawahi bahwa serangan tersebut dilancarkan oleh pesawat tempur Rusia atau rezim Assad.

Sementara pusat media Idlib menyatakan ada sebuah rumah sakit yang terkena serangan dari pesawat tak dikenal dan sedikitnya enam orang tewas akibat serangan tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jika Suriah adalah tempat paling berbahaya bagi para petugas medis, pada tahun lalu saja terdapat 135 serangan di fasilitas kesehatan.

Akhir Juli lalu, sekitar 6 fasilitas di kota Aleppo dihantam serangan udara oleh Assad/Rusia dalam kurun 24 jam.

Selain di kota Milis, hingga hari Minggu serangan udara menghantam berbagai pemukiman warga di kota Idlib, Saraqib, Ma'arat Nu'man, Aleppo, Latakia hingga di pinggiran Damaskus.

Puluhan warga sipil jadi korban rangkaian serangan udara Assad/Rusia sepanjang akhir pekan.

Perang Suriah dimulai ketika aksi unjuk rasa damai ditanggapi pemerintah Assad dengan kekerasan serta penangkapan besar-besaran terhadap warga.

Perlawanan bersenjata kemudian meletus oleh sekelompok militer Suriah (terutama penganut Islam Sunni) yang membelot bersama warga sipil yang mengangkat senjata.

Utusan PBB, Staffan de Mistura, menyebut ada sekitar 400 ribu korban tewas akibat perang. Sementara data UNHCR memperkirakan 12 juta warga Suriah jadi pengungsi, dengan 5 jutanya lari ke negara lain. (Antaranews/SOHR/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.