Anak-anak korban gas Klorin (foto),
Pesawat-pesawat tempur Rusia hingga Kamis dini hari (11/8) menyerang beberapa kawasan pemukiman sipil di Aleppo. Ditambah laporan serangan bom Birmil dari helikopter Assad.

Kawasan al-Zabdiya terkena serangan gas beracun, yang diduga adalah Klorin. Gas ini menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk wanita anak-anak, sementara puluhan korban mengalami gangguan pernapasan dan gejala keracunan lainnya.

Zabdiya adalah sebuah daerah pemukiman penduduk sipil di dalam kota Aleppo timur yang dikuasai oposisi moderat dari koalisi Fathu Halab (FSA).

Aktivis lokal melaporkan terdapat tiga warga sipil, termasuk dua anak-anak, yang menjadi korban jiwa. Ditambah lebih dari 60 orang lainnya yang menderita gangguan pernapasan.

Anak-anak dan perempuan menjadi korban paling banyak dari gejala mati lemas (keracunan) tersebut.

Pesawat tempur atau helikopter telah menjatuhkan bom Birmil yang diberi muatan gas beracun, diduga kuat adalah Klorin berdasarkan bau yang tercium saksi.

Hal ini dikonfirmasi oleh para petugas medis dan warga setempat.

Warga sipil yang berada di lokasi serangan langsung terserang sesak napas, mual, hingga kehilangan kesadarannya, serta terluka akibat ledakan bom itu.

Selain serangan ke pemukiman Zabdiya, hingga Kamis pagi, pesawat-pesawat tempur Rusia menargetkan kawasan al-Rasyidin, apartemen 1070, akademi altileri, sekolah al-Hikmah, dan wilayah Souq al-Jabas.

Lebih dari 22 serangan udara menghantam wilayah tersebut, dengan menggunakan bom pembakar dan cluster, menurut aktivis setempat.

Serangan ini datang setelah Departemen Pertahanan Rusia mengumumkan adanya jeda harian serangan udara selama tiga jam untuk "memberikan bantuan kemanusiaan" ke Aleppo, mulai hari Kamis. (Orient-news/Qasion)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.