Kepulan asap pertempuran (foto),
Direbutnya sejumlah kawasan vital oleh kelompok oposisi di sekitar jalur suplai di distrik Ramusah, segera direspon oleh rezim Assad, Rusia dan sekutunya ke wilayah tersebut.

Media pro Assad, pada hari Selasa (9/8), memberitakan bahwa rangkaian serangan udara masif dilancarkan di barat daya kota Aleppo, menyasar "kawasan yang telah direbut pemberontak".

Sementara sekutu Assad, kelompok teroris Hezbollah Lebanon, mengklaim berhasil meraih kemajuan di front ini dan menutup koridor pergerakan oposisi.

Namun oposisi membantah adanya pencapaian kemajuan dari pasukan rezim dan milisi Syi'ah asing.

"Tidak ada kemajuan (pasukan rezim), tidak ada (yang mereka raih)", kata Abu al-Hasanain, seorang komandan senior pejuang Sunni dari koalisi Fathu Halab di kota itu.

"Situasinya bagus (bagi oposisi). Ada banyak pengeboman, tapi para ikhwan (pejuang) berhasil mengatasinya, sampai mereka memulai langkah berikutnya (dalam pertempuran)", lanjutnya.

Ahmed Hamaher, juru bicara kelompok pejuang Nuruddin Zenki, mengatakan bahwa pasukan rezim hanya mampu sebentar menyebar di sebuah daerah yang disebut Telat al-Snobarat, seperti klaim mereka, tetapi segera dipukul mundur dan wilayah itu dikuasai sepenuhnya oleh pejuang Sunni.

Sedangkan menurut kelompok pemantau SOHR, pasukan rezim tidaklah memperoleh kemajuan apa-apa di wilayah barat daya ini, namun untuk sementara berhasil menghambat pergerakan oposisi melalui pengeboman.

SOHR juga membenarkan jika milisi Syi'ah asing, dari kelompok teroris Hezbollah, terlibat dalam pertempuran di Aleppo.

Media pro oposisi, Orient-news, menyebut terdapat beberapa tentara rezim Assad yang tewas ketika dipukul mundur dari sebuah pasar dan kawasan Rasyidin.

"Jaisyul Mujahidin, salah satu kelompok utama pejuang oposisi, pada hari Selasa menewaskan setidaknya sepuluh pasukan teroris Assad dalam penyergapan ketika mereka berusaha meraih kemajuan di sebuah pasar buah Semangka", tulis koresponden Orient-news.

Oposisi juga menggagalkan serbuan militer rezim di bukit Mahrokat, menyebabkan jatuhnya korban di pihak rezim dan rampasan amunisi dari serbuan gagal itu.

Bombardir juga dilakukan oleh oposisi di pabrik semen ke kantong-kantong posisi militer Assad. Kebakaran hebat terjadi ketika oposisi menghancurkan sebuah tanki bahan bakar.

Para aktivis pemantau perang di Suriah di Twitter melaporkan bahwa Rusia menggunakan bom cluster di kawasan Ramusah dan kompleks apartemen 1070.

Kabar lain yang beredar di laman berbahasa Arab, menyebut jika sedang ada mobilisasi pasukan Assad dan milisi Syi'ah asing untuk melawan oposisi di Aleppo. Ribuan milisi Syi'ah dari negara Asia dilaporkan akan bergabung dalam pertempuran.

Risalah belum bisa memverifikasinya dari sumber pembanding lain.

Di pihak lain, koalisi Jaisyul Fath mengklaim akan menggandakan pejuangya yang ikut serta "dalam pembebasan Aleppo". (Reuters/Orient-news)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.