Kemajuan kelompok oposisi di sekitar fasilitas militer Aleppo (foto),
Kelompok oposisi Suriah menyatakan telah menumpas sekitar 150 pasukan pro Assad dalam 24 jam pertama serangan ke kawasan akademi dan pangkalam militer di kota Aleppo.

Informasi ini diungkap oleh Syahir Samac, koresponden media pro oposisi, Orient-news, dari lapangan pertempuran.

Puluhan foto yang diperoleh secara eksklusif dari medan perang menunjukkan mayat-mayat pasukan pro Assad tergeletak di tanah. Foto-foto juga menunjukkan sebagian besar senjata artileri rezim tertutup debu.

"Kami menghancurkan banyak kendaraan Hezbollah (milisi Syi'ah) di pusat pelatihan altileri Assad", kata juru bicara kelompok Fathu Syam, Hussam al-Syafa'i.

"Teroris Assad sangat pengecut. Mereka tahu dengan pasti tidak akan bisa melawan kami secara langsung dengan berhadap-hadapan. Rusia, yang merupakan kekuatan utama, telah memberikan rezim Assad segala macam persenjataan dan amunisi selama bertahun-tahun. Hasilnya adalah seperti yang anda lihat. Pasukan teroris Assad kabur dari posisi mereka dan berbalik melarikan diri setelah mereka tahu kami meluncurkan serangan besar", ujar salah satu pejuang Fathu Syam di lapangan.

"Kami akan terus menyerang, kami tidak akan pernah bertahan", ujar seorang pejuang Ahrar Syam mengomentari serangan mereka pada rezim Assad dan sekutunya.

Sebagian besar fasilitas militer itu telah diambil alih kelompok oposisi dalam Jaisyul Fath dan Fathu Halab. Dan menguasai sekitar gerbang distrik Ramusah untuk menjebol blokade pada ratusan ribu warga sipil.

Sebelum itu, diperoleh bocoran jika tentara rezim Suriah dan milisi Syi'ah melakukan upaya penyelamatan diri dan pengosongan gudang-gudang senjata agar tidak jatuh ke tangan oposisi.

"Pasukan khusus kami menghancurkan garis pertahanan pertama rezim Assad di akademi teknik. Mengambil alihnya tidak memakan waktu lama", jelas kantor beritaFathu Syam.

Video-video yang dirilis di Youtube menunjukkan sengitnya serangan pejuang Sunni. Termasuk sebuah tembakan rudal TOW yang menghancurkan sekumpulan pasukan pro Assad.


Oposisi melancarkan serangan besar dari arah barat daya kota Aleppo sejak seminggu lalu untuk menembus pengepungan rezim Suriah pada sekitar 300 ribu warga sipil di Aleppo timur.

Corong propaganda Assad klaim kemenangan
Berbeda dengan laporan media mainstream dan media pro oposisi, para pendukung Assad dan Rusia mengklaim hal sebaliknya. Ratusan pejuang oposisi (yang disebut "teroris"), terbunuh sepanjang pertempuran di Aleppo barat daya.

Media propaganda itu menyatakan hampir 400 "teroris" telah tewas dalam 5 hari pertama, sementara Rusia mengklaim 2 kali lipatnya.

Klaim itu juga menyebut bahwa kelompok oposisi mengalami kehancuran moral tempur dan frustasi melawan tentara rezim Suriah. Namun tak ada rincian jelas lokasi front, atau bukti foto yag bisa merepresentasikan klaim kemenangan itu.

Sorang aktivis sosial media pro Assad bernama Rafiq Lutfi juga mengklaim kemenangan atas oposisi di wilayah akademi militer Aleppo, namun ia menjadi bahan olok-olokan para netizen. (Orient-news/FB/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.