Terorisme bukan Islam

Paus Fransiskus (foto),
Paus Fransiskus menyatakan bahwa menyamakan Islam dengan kekerasan adalah hal yang salah. Sang Paus juga menegaskan bahwa ketidakadilan sosial dan penyembahan uang merupakan salah satu faktor utama penyebab terorisme.

"Saya pikir tidak benar mengidentifikasikan Islam dengan kekerasan. Ini tidak benar dan ini tidak tepat", katanya kepada para wartawan di pesawat yang membawanya kembali ke Roma setelah melakukan kunjungan lima hari di Polandia, Minggu (31/7), seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Paus tersebut menanggapi pertanyaan terkait aksi pembunuhan seorang pendeta Katolik Roma berusia 85 tahun dalam serangan di gereja kota Saint-Etienne-du-Rouvray, Normandia, utara Perancis.

Empat jemaat disandera, termasuk pendeta Jacques Hamel yang telah mengabdi puluhan tahun di gereja itu.

Serangan ini diklaim oleh kelompok ultra ekstrimis ISIS, yang berlang kali telah menyerang Perancis.

"Saya pikir bahwa dalam hampir semua agama selalu ada sekelompok kecil fundamentalis. Kami juga memilikinya", merujuk adanya ekstrimis dari umat Katolik.

"Saya tidak suka membahas kekerasan (yang dihubungkan dengan) Islam, karena setiap hari, ketika saya melihat surat kabar, saya melihat kekerasan di Italia. Seseorang membunuh pacarnya, seseorang membunuh ibu mertuanya. Mereka ini adalah umat Katolik yang telah dibaptis", katanya.

"Jika saya berbicara tentang kekerasan Islam, saya harus berbicara tentang kekerasan Katolik. Tidak semua Muslim melakukan kekerasan", ucap sang Paus.

Paus Fransiskus juga menjabarkan berbagai penyebab utama terorisme.

"Saya tahu berbahaya untuk mengatakan ini, tetapi terorisme tumbuh ketika tidak ada pilihan lain, dan ketika uang dijadikan sesembahan serta diletakkan di pusat ekonomi dunia oleh manusia", katanya.

"Itulah bentuk pertama dari terorisme. Inilah bentuk dasar terorisme kepada seluruh umat manusia. Mari kita bicarakan tentang itu", katanya.

Kunjungan Paus ke Polandia dimulai sejak Rabu (27/7). Saat itu Paus menyatakan bahwa pembunuhan sang pendeta dan serangkaian serangan lainnya merupakan bukti bahwa "dunia sedang berperang," tetapi bukan disebabkan oleh agama.

Paus menilai bahwa ketiadaan kesempatan ekonomi bagi kaum pemuda di Eropa bisa menjadi penyebab terorisme.

"Saya bertanya pada diri sendiri berapa banyak pemuda Eropa yang tak memiliki cita-cita, tidak memiliki pekerjaan. Kemudian mereka beralih ke obat-obatan dan alkohol atau bergabung dengan ISIS", imbuh Paus. (Reuters/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.