Milisi YPG dan warga terusir (foto),
Kelompok milisi sekuler Syrian Democratic Force (SDF) pada hari Senin (15/8) mengeluarkan pernyataan mengenai pembentukan Dewan Militer untuk kota al-Bab, Aleppo yang saat ini masih dikuasai militan ISIS.

Dewan serupa dengan yang ada di kota Manbij, dimana SDF telah merebutnya dari ISIS.

Milisi SDF menikmati dukungan darat dari pasukan khusus AS dan konsultan militer Perancis, ditambah lagi bantuan udara udara koalisi internasional pimpinan AS.

Hal inilah yang menyebabkan SDF selalu menang telak saat melawan "khilafah" ISIS di berbagai kota, di utara Suriah.

Namun, oposisi Suriah khawatir jika SDF yang didominasi oleh milisi YPG Kurdi, akan memanfaatkan dukungan internasional untuk akhirnya menggusur warga Arab (pembersihan etnis) di daerah yang dikuasai mereka.

Terlebih unik politiknya, PYD, sedang mencoba meraih kesatuan geografis di utara Suriah dengan mengontrol sepanjang garis perbatasan Turki, untuk mewujudkan "mimpi" negara federal PYD Kurdi seperti yang pernah dideklarasikan.

Kekhawatiran ini diungkapkan oleh seorang tokoh oposisi Suriah yang menolak disebut namanya, Orient-news melaporkan.

Dalam konteks yang berkaitan, SDF telah mengenakan pajak kepada keluarga di desa-desa barat Ein Issa, pinggiran provinsi Raqqah, menurut sumber aktivis lokal.

Warga juga diberi dua pilihan: Bergabung dengan SDF atau meninggalkan desa mereka (diusir).

SDF memperketat kontrol mereka atas desa-desa di al-Mo'tirda, al-Mistriha, Bir Qarye, al-Jdeideh, al-Moghira, al-Beida, dan al-A'tshaneh, arah barat dari Ein Issa.

Milisi ini menarik pajak untuk semua transaksi komersial, industri dan pertanian yang dilakukan warga.(Orient-news)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.