Mayat anggota teroris Hezbollah (Syi'ah) Lebanon yang serbu Aleppo (foto),
Pertempuran tetap terjadi di kota Aleppo pada hari Kamis sekitar satu jam jelang gencatan senjata harian selama tiga jam yang diumumkan sepihak oleh Rusia.

Dua kelompok oposisi dan saksi mata dari kota menyatakan hal tersebut, dimana pasukan rezim Suriah dan sekutunya terus mencoba membalikkan keadaan setelah kalah dari pejuang oposisi pekan lalu.

Rusia, sebagai pendukung Basyar al-Assad dan pemerintahannya, pada hari Rabu mengumumkan adanya gencatan senjata harian selama 3 jam yang akan berlangsung dari jam 10 pagi hingga jam 1 siang waktu setempat, untuk "memfasilitasi bantuan kemanusiaan".

PBB menyatakan jika waktu gencatan senjata harian yang diumumkan Rusia ini tidak akan berguna untuk penyaluran bantuan kemanusiaan

Pada pukul 10:45 waktu setempat, ketika ditanya 'apakah gencatan senjata itu berpengaruh?', Muhammad Rasyid, juru bicara pemberontak kelompok Jaisyul Nasr, menjawabnya tidak, bahkan justru sebaliknya.

"Hari ini, sejak pagi telah terjadi upaya (rezim) untuk meraih kemajuan di daerah Ramusah. Telah ada peningkatan besar (serangan) pesawat tempur Rusia", ungkapnya.

Seorang saksi di kota Aleppo, yang berada di dekat garis depan peretempuran antara sektor timur (oposisi) dan barat kota (rezim Assad) juga melaporkan tetap mendengar adanya pertempuran pada pukul 10:30

Seorang pejabat kelompok lain oposisi mengatakan jika pertempuran terus terus terjadi pada pukul 11:00 waktu setempat.

Televisi rezim Suriah melaporkan pada hari Kamis bahwa tentara mereka telah meraih kemajuan pada hari Rabu malam, dengan bantuan serangan udara ke posisi dekat daerah yang direbut kelompok pejuang oposisi pekan lalu.

Namun, Rasyid dari pejuang Jaisyul Nasr dan Ahmed Hamaher dari pejuang Nuruddin Zenki, yang terlibat pertempuran di Aleppo, secara tegas membantahnya.

Menurut mereka, rezim dan sekutunya memang mencoba meraih kemajuan di posisi tertentu, tapi segera dipukul mundur oleh pejuang.

Dari pantauan Risalah, media-media maupun aktivis pendukung Assad memang mengklaim meraih kemenangan di beberapa titik seperti area apartemen 1070, pabrik semen dan beberapa zona lain.

Bahkan mereka juga menyebut "tewasnya ribuan pemberontak asing" yang didukung Saudi dan Turki untuk menduduki Aleppo.

Menurut kelompok pemantau HAM, SOHR, media-media rezim kerap melakukan propaganda kebohongan (seperti dalam kasus di Aleppo), sebagaimana yang terjadi sebelumnya. Bahwa tidak ada orang asing di Aleppo timur yang sempat dikepung.

Sebaliknya, foto-foto yang dirilis pihak oposisi menunjukkan Assad menggunakan milisi Syi'ah asing di Aleppo, dimana mereka tewas di tangan oposisi. (Reuters/SOHR/Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.