Masjidil Haram (foto),
Sejumlah warga Iran tetap datang untuk melakukan ibadah haji melalui negara lain, meskipun pemerintah Republik Syi'ah telah memboikot pengiriman jama'ah hajinya tahun ini.

Menurut sumber Kementerian Haji dan Umrah Saudi, aturan khusus telah dibuat untuk menerima jama'ah asal Iran sesuai prosedur dan koordinasi berdasar negara-negara asal mereka.

Ini adalah bukti bahwa Arab Saudi tidak pernah membedakan jamaah haji sesuai negara asalnya, ungkap media Saudi, Arabnews.

Rezim Teheran telah melarang warganya berhaji di tengah putusnya hubungan diplomatik, setelah syarat-syarat yang diajukannya tidak dipenuhi Riyadh saat negosiasi haji bulan Mei lalu.

Arab Saudi menyalahkan Iran karena mempolitisasi ibadah haji di tanah suci serta membuat tuntutan tidak masuk akal seperti jaminan keamanan untuk demonstrasi warganya ketika musim haji.

Saudi menyebut iran akan bertanggung jawab di hadapan Allah karena melarang warganya beribadah haji. Sementara Teheran menuduh Saudi telah "menghambat warganya berhaji".

Pada hari Jum'at, seperti dirilis kantor berita Tasnim, pejabat kantor perwakilan Haji dan Umrah Iran, Mohammad Reza Baqeri mengungkapkan syarat pemerintahnya mengakhiri boikot haji dan umrah.

Menurut Baqeri, Teheran mensyaratkan agar Saudi menghukum petugasnya yang dianggap telah "berbuat kriminal terhadap warga Iran".

2 petugas Saudi disebut Iran telah melecehkan jama'ah muda asal Iran. (Arabnews/Tehran Times/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.