Hakan Sukur (foto),
Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada mantan pemain sepakbola paling terkenal negeri itu, Hakan Sukur, sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kasus kudeta gagal bulan lalu.

Diantara perintah pengadilan adalah penyitaan atas aset mantan pemain klub Inter Milan tersebut.

Jaksa menuduh Sukur "menjadi anggota dari sebuah kelompok teror bersenjata", atau para pengikut tokoh spiritual Fathullah Gulen yang dituduh sebagai otak di balik kudeta.

Setelah pensiun dari dunia sepakbola, Hakan Sukur terjun ke politik dan pada tahun 2011 sempat terpilih menjadi anggota parlemen Istanbul dari AKP, partai Presiden Tayyip Erdogan.

Ia mengundurkan diri pada tahun 2013, setelah penyelidikan kasus korupsi yang menarget Erdogan dan lingkaran dalamnya. Hakan diyakini menepi dengan gerakan Gulen.

Ayah Hakan Sukur, Sermet, ditahan pada hari Jum'at (12/8) di provinsi barat laut Sakarya, menurut kantor berita Anadolu. Pada hari Kamis, pengadilan telah memerintahkan penangkapan Sukur dan ayahnya.

Lalu semua rekening bank, kendaraan dan aset lainnya milik Sukur dan ayahnya disita, kata Anadolu.

Hakan Sukur sendiri masih tinggal di Amerika Serikat, seperti halnya sekitar 350 orang lain yang dicari pihak berwenang Turki.

Ia menghadapi kasus lain pada bulan Juni, karena dituduh telah menghina Erdogan. Kasus ini belum selesai.

Namun mantan pesepakbola ini membantah melarikan diri ke AS karena kasus penghinaan itu. Hakan menyatakan dirinya pindah, bukan kabur.

Sukur berkarir di dunia sepakbola sepanjang 1987-2008, menjadi striker paling produktif dalam sejarah tim nasional Turki, dengan 51 gol dari 112 penampilan.

Sukur juga dikenang karena penampilan menawan di Piala Dunia 2002, dimana Turki menjadi juara 3 setelah menundukkan tuan rumah Korea Selatan. Ia juga pencetak gol tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia dalam pertandingan itu.

Pemerintah Turki menuduh Fathullah Gulen, tokoh spiritual yang menetap di AS, sebagai dalang upaya kudeta.

Gulen yang telah tinggal di pengasingan selama hampir 20 tahun, dituduh melakukan infiltrasi pengikutnya ke berbagai lembaga negara Turki. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.