Kehancuran fasilitas medis akibat serangan udara langsung (foto),
Pasukan rezim Assad Suriah melancarkan serangan udara menghantam 6 rumah sakit di wilayah Aleppo dalam rentang waktu satu minggu, ini adalah jenis serangan yang termasuk kejahatan perang.

Seperti diungkapkan oleh kelompok Physicians for Human Rights (PHR). Minggu itu menjadi "seminggu terburuk" bagi berbagai fasilitas medis di wilayah Aleppo, sejak lima tahun lebih perang Suriah.

Fasilitas-fasilitas medis di wilayah oposisi terkena serangan antara tanggal 23-31 Juli, ungkap kelompok HAM yang berbasis di New York ini.

Kota dan seluruh provinsi Aleppo telah menjadi salah satu daerah yang paling parah merasakan peningkatan kekerasan, setelah gagalnya upaya perdamaian awal tahun ini dan hancurnya gencatan senjata.

Mulai April lalu, pemerintah Assad menyatakan ingin menguasai seluruh kota Aleppo, sehingga terjadi peningkatan serangan udara dan operasi militer lainnya.

"Sejak Juni, kami telah menerima kenaikan laporan mengenai serangan terhadap warga sipil di Aleppo dan berhentinya fasilitas medis tersisa di kawasan ini", kata direktur program PHR, Widney Brown, dalam sebuah pernyataan.

"Setiap serangan ini (ke fasilitas medis) adalah kejahatan perang", lanjutnya.

Pasukan rezim dan sekutunya, yang dibantu serangan udara Rusia, meraih kemajuan di utara kota melalui aksi ofensif dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak Juli, secara efektif telah dilakukan pengepungan atas kota Aleppo timur dengan menutup jalur suplai tunggal ke wilayah oposisi tersebut.

"Pengeboman, kurangnya bantuan kemanusiaan dan kegagalan PBB dalam memberikan bantuan, itu berarti angka kematian mungkin segera menjadi (tingkatan) bencana", ujar Brown.

PHR menyatakan telah mendokumentasikan lebih dari 370 serangan ke 265 fasilitas, serta kematian 750 tenaga medis, selama perang Suriah.

Menurut data PHR pada awal tahun ini, 90% serangan ke rumah sakit dilakukan oleh pemerintah Assad, dengan menyumbang 95% kematian dari keseluruhan korban paramedis.

Banyak rumah sakit terkena serangan atau rusak selama lebih dari lima tahun perang.

Pada bulan April, terjadi serangan udara langsung di rumah sakit al-Quds, wilayah Aleppo timur yang dikuasai oposisi, sehingga menewaskan puluhan orang, termasuk pasien dan dokter.

Beberapa hari setelahnya, roket oposisi juga sempat mengenai sebuah rumah sakit di sisi kota yang dikuasai rezim. (Reuters/PHR)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.