Tua, muda, wanita dan anak-anak berkumpul merayakan kabar gembira (foto),
Ribuan warga sipil bersama pejuang lokal di kota Aleppo timur, ikut merayakan suka cita kabar (sementara) keberhasilan pejuang oposisi Sunni menembus barikade pengepungan rezim Assad atas kota itu.

Berikut galeri kegembiraan itu:






Warga berkumpul di jalan-jalan membawa bendera Tauhid dan bendera revolusi Suriah, sementara latar pemukiman padat di pusat Aleppo tampak mengalami berbagai kerusakan.

Suara tembakan ke udara, klakson mobil, tabuh-tabuhan gendang dan slogan-slogan mengiringi aksi turun ke jalan warga, sebagai tanda kegembiraan.

Pengepungan atas Aleppo secara efektif terjadi sejak awal Juli lalu, ketika pasukan rezim Assad mulai melancarkan serangan besar-besaran ke jalan Castello di utara kota, sebagai satu-satunya jalur suplai.

Akses ke kota tersebut betul-betul terputus dari dunia luar pada akhir Juli, ketika sepanjang wilayah Handarat hingga Castello jatuh ke tangan tentara Assad dan milisi Syi'ah asing.

Basyar al-Assad ingin merebut seluruh Aleppo, ia juga menawarkan jalur keluar bagi warga sipil dan pengampunan bagi kelompok pejuang yang menyerah.

Strategi yang dipandang Barat dan oposisi sebagai upaya mengusir populasi kota agar lebih mudah diambil alih.

Seminggu lalu, pada tanggal 31 Juli, koalisi kelompok oposisi dalam Jaisyul Fath melancarkan serangan besar dari arah barat daya Aleppo untuk membuka jalur alternatif menembus pengepungan bagi 300 ribu warga sipil.

Jaisyul Fath dan Fathu Halab telah mengumumkan ditembusnya pengepungan ketika pejuang dari 2 sisi bertemu. Sementara rezim Assad membantahnya, TV rezim memberitakan "sejumlah besar pasukan diterjunkan ke lokasi untuk menutup kemajuan oposisi".

Menurut kelompok pemantau SOHR, seminggu pertempuran Aleppo telah menewaskan sekitar 500 orang dari kedua belah pihak. (FB/rslh/Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.