Rakyat Turki dari berbagai ideologi bersatu dukung pemerintah sah (foto),
Lebih dari satu juta warga Turki berkumpul di Istanbul pada hari Minggu untuk parade raksasa yang mengecam kudeta gagal.

Apel akbar juga menjadi unjuk kekuatan atau dukungan pada pemerintah Turki dalam menghadapi kritikan Barat atas pembersihan dan penahanan para pelaku/pendukung kudeta berdarah 15 Juli.

Acara bertema "pawai untuk Demokrasi dan para Syuhada" (korban kudeta) berlangsung di kawasan Yenikapi, lahan khusus parade di tepi laut, selatan semenanjung Istanbul.

Aksi massa ini menjadi puncak setelah tiga minggu demonstrasi oleh pendukung Erdogan, dihiasi dengan bendera Turki dalam jumlah sangat banyak.

Nampak pula spanduk loyalitas (wala') pada sang presiden, yang bertuliskan "Engkau adalah hadiah dari Allah, Erdogan" atau "Perintahkan kami untuk mati dan kami akan melakukannya".

Foto Erdogan juga disandingkan dengan bapak Turki sekuler, Mustafa Kemal Ataturk. Yang bisa berarti makin kuatnya posisi Erdogan di tatanan negara Turki menurut para pendukungnya.

Uniknya, parade besar kali ini juga menjadi pertama kalinya setelah beberapa dekade, partai-partai oposisi utama ikut bergabung dalam sebuah unjuk rasa yang digelar untuk mendukung pemerintah.

Diantaranya adalah Partai Rakyat Republik (CHP) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP), yang masing-masing diberi kesempatan berbicara pada massa.

Tapi partai pro-Kurdi HDP, partai terbesar ketiga di parlemen, tidak diundang karena diduga terkait militan PKK, memicu kemarahan para pendukungnya di media sosial.

Apel akbar rakyat Turki
"Kami di sini untuk menunjukkan bahwa bendera-bendera ini tidak akan diturunkan, suara adzan tidak akan dibungkam, dan negara kita tidak akan dipecah-belah", ujar Haci Mehmet Haliloglu, 46, seorang pegawai negeri yang berasal dari kota Ordu di sekitar laut Hitam.

"Acara ini bukanlah sekedar tentang politik, ini tentang kebebasan atau kematian kami", katanya, sambil membawa bendera Turki besar di pundaknya.

Acara raksasa tersebut disiarkan langsung ke penjuru negeri. Dari video yang beredar, acara itu diisi pula dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Salah satunya adalah al-Baqarah ayat 156. Yang artinya: (Mereka yang bersabar yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

(Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.