Bendera Republik Syi'ah Iran (foto),
Republik Syi'ah Iran telah mengajukan syarat kepada Kerajaan Sunni Arab Saudi dalam masalah pengiriman kembali warganya ke tanah suci untuk berhaji.

Iran meminta Saudi menghukum 2 petugasnya yang melakukan pelecehan terhadap warga Iran, sebagai prasyarat dari Teheran sebelum bersedia bernegosiasi dengan Saudi dan memulai kembali pengiriman jama'ah haji/umrah asal Iran.

Hal itu diungkap oleh Mohammad Reza Baqeri, seorang pejabat tinggi di Kantor Perwakilan Haji dan Umrah Iran, kepada kantor berita Tasnim.

Ia menekankan, jika Arab Saudi ingin jama'ah asal Iran kembali mengikuti haji dan umrah, maka Saudi harus memberikan vonis hukuman pada pelaku.

Baqeri mengatakan bahwa setelah pembukaan kembali pengiriman jumlah kecil jama'ah haji secara resmi, Iran berpeluang akan memutuskan dimulainya kembali pengiriman jumlah besar jama'ah hajinya ke Arab Saudi.

Dalam laporan itu, jama'ah muda asal Iran dilecehkan oleh dua orang petugas Saudi di Bandara Internasional King Abdul Aziz ketika melakukan pemeriksaan tubuh, karena adanya kecurigaan.

Menurut media Saudi, dua petugas keamanan tersebut telah diadili di Pengadilan Jeddah pada bulan Juni 2015 lalu.

Keduanya dihukum 4 tahun penjara dan 1.000 cambukan setelah dinyatakan bersalah.

Namun, para pejabat Iran menyatakan keprihatinannya karena hukuman itu dianggap tidak diterapkan sejauh ini. (Tehran Times)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.