Ilustrasi penembakan roket (foto),
Iran mengakui roket buatan Tehreran belakangan ini digunakan secara rahasia oleh kelompok pemberontak Syi'ah Houthi di Yaman.

Seperti dilansir oleh Al Arabiya, Selasa (16/8), kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa roket Zelzal-3 adalah roket peledak buatan Iran yang diketahui digunakan juga oleh Iran, Suriah, dan militan Hezbollah dari Lebanon.

Berita tersebut muncul meski pada awal bulan ini Iran sempat membantah terlibat dalam pengiriman senjata ke Yaman.

Sebelumnya, patroli AL Australia dan AS masing-masing menggagalkan penyelundupan senjata ke Yaman yang diduga kuat berasal dari Iran.

Menurut kantor berita Saudi Press Agency, pada Minggu kemarin (14/8), Arab Saudi berhasil menjinakkan dua rudal balistik yang ditembakkan ke Kota Najran yang terletak di wilayah perbatasan dengan Yaman.

Mengacu kepada IRNA, roket yang ditembakkan dan berhasil dijinakkan tersebut diidentifikasi merupakan roket Zelzal-3.

Arab Saudi dan koalisinya melancarkan serangan udara di Yaman sejak Maret 2015 untuk membantu pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang terdesak menghadapi pemberontakan Houthi dan loyalis mantan diktator Abdullah Saleh.

Sejak saat itu, menurut PBB sebanyak 6.400 orang tewas, sekitar setengahnya merupakan warga sipil, sementara 2,5 juta orang lainnya terlantar. (CNN Indonesia/Al Arabiya)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.