Karikatur sindiran warga Suriah pada PBB (foto SRN),
Arab Saudi mendesak PBB agar memberikan upaya perlindungan segera dan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil, terutama anak-anak, di Aleppo dan wilayah Suriah lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Abdullah al-Muallimi, duta besar Saudi untuk PBB, dalam pertemuan yang dibuat dengan AS, Perancis, Inggris, Selandia Baru dan Ukraina.

Menurutnya, Kantor PBB untuk Urusan Koordinasi Kemanusiaan (OCHA) harus memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dalam mencegah pemindahan paksa keluarga-keluarga Suriah.

"Kami mengutuk sebesar-besarnya pelanggaran (perang) yang terus dilakukan oleh rezim Suriah dan sekutunya kepada warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak. Mereka dibunuhi, sementara kota-kotanya dihancurkan secara sengaja. Sekolah, rumah sakit dan tenaga medis ditargetkan oleh rezim (Assad)", kecam Muallimi.

Muallimi juga mengecam pasukan Garda Revolusi Iran dan milisi teroris Hezbollah, yang membantu rezim Suriah dalam operasi militer brutal sehingga menyebabkan tertumpahnya darah dan kehancuran negara itu.

PBB sendiri pada hari Selasa (9/8) menyerukan gencatan senjata di Aleppo, dimana sekitar 2 juta orang kesulitan akses air bersih serta ancaman penyakit pada anak-anak.

"PBB sangat prihatin akan akibat mengerikan bagi jutaan warga sipil (Aleppo) jika jaringan listrik dan air tidak segera diperbaiki", kata PBB dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu ditandatangani oleh Yacoub El Hillo, Koordinator Kemanusiaan untuk Suriah, dan Kevin Kennedy, koordinator regional kemanusiaan untuk krisis Suriah.

Warga dan aktivis Suriah, terutama yang berada di pihak oposisi, mengecam PBB yang tidak berbuat banyak ketika kota Aleppo timur dikepung rezim Assad. (Arabnews/Reuters/FB)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.