Turki (foto),
Pemerintah Republik Turki sedang memburu dua tersangka ISIS terkait serangan bom bunuh diri di bandara Istanbul pekan lalu. Mereka diyakini bersembunyi di dekat perbatasan Suriah, menurut sebuah surat kabar lokal, Rabu (6/7).

Turki telah menahan total 30 tersangka teroris dan tengah menunggu persidangan kasus bom bunuh diri di Bandara Ataturk, yang menewaskan 45 orang dan ratusan luka-luka.

Para pejabat Turki tidak merinci tentang hasil penyelidikan, meski beberapa waktu lalu seorang pejabat menyebut para teroris adalah warga Rusia, Uzbekistan dan Kirgistan.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa para militan ISIS dari negara-negara pecahan Uni Soviet berada di balik serangan tersebut.

Surat kabar Yeni Safak yang pro-pemerintah memberitakan ada dua tersangka ISIS bersembunyi di hutan daerah Yayladagi, provinsi Hatay, Turki selatan yang berbatasan dengan daerah oposisi Suriah.

Mereka disebut-sebut bisa merencanakan mengubah penampilan untuk bergabung ke kelompok oposisi Suriah (menjadi sel tidur untuk mencari perlindungan).

Keduanya berasal dari Dagestan, sebuah provinsi mayoritas Muslim di wilayah Kaukasus Utara, Rusia. Namun Yeni Safak tidak menyebut sumber beritanya.

"Pihak keamanan dan unit-unit intelijen telah mengambil langkah serius di wilayah itu untuk menangkap teroris yang kemungkinan bisa menyeberang ke Suriah", ungkap koran itu.

Anggota ISIS lain dari komplotan yang sama melarikan diri ke wilayah lebih timur di Kilis dan Gaziantep untuk bersembunyi di sana. Mereka menggunakan identitas palsu dan terus mendapat dukungan dari sel-sel ISIS.(Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.