Tentara kudeta dibekuk (foto),
Sebuah laporan kelompok HAM, Amnesty International, yang menuduh pemerintah melakukan pelanggaran HAM terhadap para pelaku kudeta yang ditahan telah ditolak oleh pejabat senior Turki.

Pejabat senior tersebut membantah klaim Amnesty, dengan menyatakan bahwa tidak masuk akal jika Turki yang tengah mencari keanggotaan Uni Eropa bertindak di luar hukum.

"Tuduhan bahwa Turki, negara yang sedang mencari keanggotaan Uni Eropa, tidak menghormati hukum adalah tidak masuk akal", ujarnya dikutip AFP.

Ia juga meminta agar kelompok pemantau bertindak netral dan tidak memihak dalam memandang proses hukum di Turki terhadap para pengkhianat negara.

"Kami dengan tegas membantah tuduhan (Amnesty) tersebut dan meminta kelompok-kelompok advokasi untuk bersikap netral terhadap proses hukum yang dilakukan kepada mereka (pelaku kudeta) yang telah membunuh hampir 250 warga sipil dengan darah dingin", imbuh pejabat anonim itu.

Sebelumnya Amnesty menuduh pemerintah telah menggunakan metode melanggar HAM kepada tahanan, mengutip wawancara yang dilakukan dengan sumber pengacara, dokter dan seorang petugas di fasilitas penahanan.

Amnesty mengklaim memiliki "bukti kuat", dimana beberapa tahanan menjadi "sasaran pemukulan dan penyiksaan, termasuk pemerkosaan, di pusat-pusat penahanan resmi maupun tidak resmi negara itu".

Kelompok itu menyatakan telah menerima laporan bahwa para tahanan tidak diberi makanan, air dan perawatan medis, serta dibiarkan dalam situasi tertekan selama 48 jam.

"Bisa dimengerti tentang keamanan Turki pada saat ini, tetapi itu tidak bisa jadi pembenaran untuk (praktik) penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya, maupun penahanan sewenang-wenang", kata direktur Amnesty Eropa, John Dalhuisen.

Ia juga mendesak pihak berwenang Turki menghentikan praktek di luar hukum dan mengizinkan pemantau internasional ke pusat penahanan. (AFP)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.