Kehancuran Aleppo oleh serangan udara Assad/Rusia (foto),
Tentara rezim Assad (SAA) mengklaim mereka telah mengirimkan pesan singkat SMS kepada warga di wilayah yang dikuasai oposisi di Aleppo timur dan mendesak mereka agar segera meninggalkan wilayah itu.

Dalam pesan singkat tersebut, menurut pengakuan tentara rezim, ditawarkan perjalanan "yang aman dan akomodasi sementara" bagi warga yang ingin keluar dari wilayah itu.

Menurut laporan kantor berita SANA yang dikutip Reuters, SAA juga meminta warga untuk mendorong "tentara bayaran" keluar dari kota. "Tentara bayaran" merupakan istilah yang digunakan militer Assad untuk menyebut pejuang oposisi dengan konotasi buruk.

Pesan singkat itu juga berisi seruan agar kelompok perlawanan bersenjata menghentikan pertempuran.

Sekitar 250 ribu orang diperkirakan terjebak di Aleppo timur yang dikepung rezim Assad dan milisi Syi'ah asing sejak pertempuran besar untuk menutup rute jalur suplai tunggal, Castello pada awal Juli lalu.

Aleppo merupakan salah satu kota terbesar dan terpadat di Suriah. Kota ini terpecah, antara wilayah yang dikuasai oposisi dan tentara rezim Assad.

Jika tentara SAA dapat merebut kembali Aleppo secara keseluruhan, posisi Basyar al-Assad diyakini akan semakin menguat.

Rezim Assad juga menawarkan "Amnesti" bagi oposisi yang membelot atau menyerah kepadanya dalam 3 bulan ke depan.

Pada Senin (25/7), Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin menyatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa warga di daerah timur Aleppo dapat pindah ke bagian barat kota, "di mana situasi secara signifikan lebih baik".

Pernyataan dari Churkin terlontar dalam sebuah sesi di DK PBB, yang tengah membahas kemungkinan perpanjangan gencatan senjata selama 48 jam ke depan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan makanan.

Tawaran serupa dengan SAA Assad juga diberikan oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Meski tak ada ISIS di kota Aleppo atau wilayah terkepung, ia menyatakan "para pemberontak dan militan ISIS agar segera menyerah dari Aleppo".

Menurut warga yang saat ini berada di Aleppo, Karam Al Masri kepada CNN, warga kesulitan keluar dari kota itu walau ingin sekali pergi. Akibat kepungan, makanan dan air di kota itu kian langka, warga kelaparan dan hidup dalam ketakutan.

"Situasi saat ini sangat buruk. Tidak ada cukup makanan di kota, tidak ada cukup roti. Warga sangat ketakutan dan kelaparan", ujar Masri.

Serangan oleh rezim Suriah yang serampangan di Aleppo juga banyak menewaskan warga sipil. Selasa lalu, menurut laporan lembaga Syrian Observatory for Human Rights, helikopter Suriah menjatuhkan bom Birmil yang menewaskan enam orang.

Masri mengatakan, banyak toko yang tutup dan antrean warga mengular untuk membeli makanan. Setiap keluarga hanya mendapatkan enam kerat roti setiap dua hari, sama sekali tidak cukup untuk mengisi perut.

Menurut Masri, saat ini warga sangat ketakutan tentara pro-Assad akan membunuhi mereka jika masuk ke kota itu.

"Tapi hal itu sepertinya tidak akan terjadi. Skenario yang mungkin, rezim Suriah tidak akan bisa masuk ke kota. Perang kota di Aleppo sangat sulit. Akhirnya, mereka akan membuat warga kelaparan dan terpaksa menyerah, seperti yang dilakukan di Homs", ujar Masri. (CNN Indonesia/Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.