Menlu Saudi Adel al-Jubeir (foto),
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, pada Jum'at menyatakan Saudi menyambut baik partisipasi Rusia dalam perang melawan ISIS di Suriah, tetapi tidak akan dengan ditukar "upah" untuk mempertahankan kekuasaan rezim Assad Suriah, atau menyerang kelompok oposisi moderat.

Pernyataan al-Jubeir datang dalam sebuah konferensi pers di Washington, menyusul pembicaraan Menlu AS John Kerry dengan Menlu Rusia.

Kerry tengah terlibat dalam pembicaraan dengan Rusia tentang kerja sama militer dan intelijen untuk  melawan kelompok yang masuk daftar teroris PBB, yaitu ISIS dan al-Qaeda di Suriah.

"Apa saja yang bisa diupayakan untuk membawa Rusia dalam memerangi ISIS secara efektif adalah sesuatu yang saya pikir disambut banyak pihak", kata al-Jubeir wartawan.

"Tapi itu tidak akan ditukar dengan (dukungan) mempertahankan kekuasaan Basyar al-Assad dan Rusia tidak boleh terus menyerang oposisi moderat Suriah", lanjutnya.

Arab Saudi adalah salah satu negara pendukung revolusi kaum Muslim Sunni untuk menumbangkan rezim Assad, yang kemudian berkembang kelompok ekstrimis ingin memaksakan ideologinya.

Sementara Rusia adalah pembela terbesar rezim Suriah, dan terus menyerang kelompok oposisi dengan dalih melawan "teroris" maupun al-Qaeda. (Reuters)
Share To:

Muslim Volunteer

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.