Bentrok Muslim Kashmir dengan militer India (foto),
India berencana mempertimbangkan kembali penggunaan senjata pelet oleh pasukan keamanan ketika menghadapi massa demonstran Kashmir, setelah muncul berbagai protes publik akibat jatuhnya korban dari peluru pelet.

Kepada anggota parlemen, Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk tim khusus untuk mencari alternatif pemakaian senapan angin yang digunakan di wilayah Kashmir, dimana lonjakan kekerasan terus meningkat belakangan.

Dalam pernyataannya itu, Singh menyebut satu orang tewas oleh peluru pelet dalam kekerasan di wilayah Muslim itu, sehingga jumlah korban jiwa akibat senjata ini menjadi 7 orang sejak tahun 2010.

Selain itu, terdapat 53 korban menderita cedera pada mata sepanjang enam tahun terakhir.

"Faktanya, orang-orang terluka oleh penggunaan senjata tidak mematikan", kata Singh kepada anggota parlemen.

"Kami akan membentuk sebuah komite ahli yang akan memberikan tinjauannya dalam dua bulan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan", lanjutnya.

Sementara menurut dr. Kaisar Ahmad, Kepala Medical College Srinagar, sejak 9 juli sudah lebih dari 280 orang dirawat karena terluka oleh penggunaan peluru pelet ketika kekerasan meletus di Kashmir, akibat protes pasca kematian tokoh pejuang separatis di tangan tentara India.

Amnesty International pada pekan ini meminta pemerintah India melarang penggunaan senapan angin berpeluru pelet ketika menghadapi demonstrasi jalanan, polisi harus memakai perangkat yang lebih kecil tingkat bahayanya.

Meskipun termasuk jenis senjata tidak mematikan, seorang polisi senior kepada Reuters mengatakan bahwa pasukan keamanan sering menggunakan senjata pelet pada jarak dekat "untuk melindungi diri dari amukan massa".

Insya Malik, seorang siswi berusia 15 tahun, matanya buta setelah terkena peluru pelet ketika sedang menonton aksi protes dari jendela rumahnya di Kashmir selatan. Ayahnya, Mushtaq Ahmad, mengatakan jika putrinya (mungkin) tidak akan pernah bisa melihat lagi.

"Ia sering bertanya tentang bagaimana dirinya (bisa) mendapatkan kembali penglihatannya. Saya berbohong (untuk menghiburnya) bahwa itu segera terjadi, tapi akan memakan waktu", kata Ahmad.

Peluru pelet menurut Wikipedia adalah jenis proyektil yang ditembakkan dari senapan angin dengan bentuk tidak bulat.

Meski tembakan senapan angin memiliki momentum jauh lebih kecil daripada senjata api, namun bisa sangat berbahaya jika terkena organ penting seperti mata. Termasuk jika ditembakkan dalam jarak dekat. (Channel News Asia/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.