Dr. Ayman az-Zawahiri (foto),
Pemimpin al-Qaeda, Dr. Ayman az-Zawahiri kembali muncul dalam suatu rekaman audio pada akhir pekan lalu.

Dalam satu bagiannya, ia menyerukan para pendukungnya agar menculik warga negara Barat sehingga dapat ditukar dengan "Muslim" yang masih mendekam dalam tahanan berbagai negara.

Informasi ini diungkapkan oleh kelompok pemantau kelompok militan, SITE Intelligence Group pada Minggu (24/7).

Dalam rekaman audio yang diunggah secara online, az-Zawahiri mengajak jaringan "jihad global"-nya untuk menculik warga Barat.

"Sampai mereka membebaskan tahanan terakhir dari laki-laki dan perempuan Muslim di penjara Salibis, (pemerintah) murtadin (thaghut) dan musuh-musuh Islam (lainnya)", potongan pernyataannya menurut laporan SITE.

Namun kantor berita Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian rekaman tersebut. Az-Zawahiri kini diyakini bersembunyi di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan, yang merupakan wilayah kontrol Taliban.

Risalah menelusuri tentang term "Muslim" yang digunakan oleh al-Qaeda, diantaranya berarti mereka yang ditahan oleh negara Barat, seperti AS menangkap banyak orang tak bersalah dengan tuduhan teroris dan ditempatkan di Guantanamo, pasca 11 September.

Termasuk para jihadis yang ditangkap dan masih berada di dalam tahanan untuk kasus-kasus tertentu.

Contoh lainnya adalah para pengikut al-Qaeda yang ditahan oleh negara-negara Arab dengan kasus terorisme di masa lalu. Dimana kecaman terjadi terhadap Arab Saudi pada awal tahun ini karena mengeksekusi mati puluhan tahanan pro al-Qaeda.

Kelompok al-Qaeda selama ini meyakini sedang berjuang untuk mengembalikan "kejayaan Islam" dan "menegakkan syariat" melalui "jihad" di berbagai negara, dengan musuh utama adalah "kekuatan Barat dan antek-anteknya".

Menyebabkan mereka kerap berbenturan dengan berbagai pemerintah negeri-negeri Muslim yang masih memiliki hubungan dengan AS.

Pendukung al-Qaeda menilai serangan mereka yang menarget kepentingan AS, sama saja dengan serangan AS pada anggota-anggota mereka yang tak pandang bulu, termasuk membunuh keluarganya (warga sipil). Melalui berbagai serangan Drone dan serangan udara lainnya.

Al-Qaeda juga mengklaim bahwa yang memerangi mereka berarti "memerangi mujahidin", dengan berkonsekuensi "murtad". Namun dibanding kelompok ultra ekstrimis ISIS, al-Qaeda dipandang jauh lebih strategis. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.