Bayi Madaya meninggal (foto),
Sebanyak 183 warga sipil dilaporkan telah kehilangan nyawa akibat pengepungan kota Madaya oleh militer rezim Assad di Suriah dan kelompok teroris Hezbollah dari sisi Lebanon.

Laporan tersebut dikeluarkan oleh kantur statistik setempat, seperti dilansir oleh Orient-news.

Madaya yang terletak di wilayah pinggiran barat Damaskus, telah mengalami pengepungan sangat ketat sejak Juli satu tahun lalu. Sepanjang taun 2016, hanya ada 2 kali konvoi besar bantuan PBB yang bisa menembus ke sana.

Kasus kematian warga sipil disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah kelaparan, penyakit (minimnya pelayanan medis), terkena ranjau yang dipasang pasukan pengepung dan penembak jitu (jika warga mencoba mengendap keluar kota itu). Korban penembak jitu termasuk perempuan.

Diantara para korban meninggal adalah 20 orang anak-anak dan balita. Dimana empat dari mereka meninggal karena kurangnya susu yang berakibat gizi buruk.

Lalu 4 bayi yang baru lahir langsung meninggal karena tak ada inkubator atau lemah karena dampak gizi buruk ibunya saat mengandung.

Juga 4 anak lain dilaporkan meninggal bersama keluarganya karena pengeboman. Tiga meninggal oleh ledakan ranjau, sementara lima lainnya meninggal dengan kondisi kekurangan gizi.

Aktivis lokal mencatat sebanyak tiga puluh kasus keguguran sejak terjadinya pengepungan di Madaya, disebabkan buruknya gizi sang ibu. Kasus terakhir adalah gugurnya janin empat bulan, menurut pusat medis kota Madaya.

Komite Medis Madaya mendesak semua organisasi internasional agar segera turun tangan berupaya membantu warga sipil di kawasan Bokkein dan Madaya.

Meminta dunia kembali memberikan bantuan medis dan makanan, karena bantuan terakhir yang disalurkan dua bulan lalu telah habis.

Komite lokal mengkhawatirkan nasib warga sipil yang kelaparan dan terpaksa untuk makan daun atau rumput lagi.

Sementara itu, pasukan Assad dan milisi Syi'ah Hezbollah mencoba membuat kemajuan dari sisi Bokkein selatan untuk mengontrol sumber air di sini.

Dan kemudian memisahkan daerah Bokkein dari Madaya di sisi lainnya. Penembak jitu juga dikerahkan di atas ketinggian, seorang kakek tua dari Bokkein dilaporkan tewas.

Assad dan Hezbollah juga membakar lahan pertanian warga Madaya di saat musim panas ini, untuk meningkatkan dampak buruk pengepungan.

Madaya adalah sebuah kota kecil berpenduduk 40 ribu orang yang terjepit antara rezim Assad dari sisi Suriah dan teroris Syi'ah Hezbollah dari sisi Lebanon. (Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.