Raja Salman (foto),
Ulil Amri Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz, pada hari Selasa menyatakan akan membalas para ekstrimis agama (Khawarij).

Raja Salman bersumpah, bahwa mereka yang mempengaruhi (untuk merusak) pikiran banyak pemuda itu akan dilawan dengan cara "tangan besi" oleh Kerajaan.

Pernyataan Raja Salman muncul setelah rangkaian serangan teror yang mengguncang Arab Saudi hari Senin, termasuk bom bunuh diri di kota Nabi Madinah, dekat Masjid suci Nabawi dan pemakaman para Sahabat, yang membunuh 4 petugas saat mencegat pelaku.

"Tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Muslim adalah melindungi kekayaaannya dan masa depan para pemuda yang beresiko (dirusak) oleh ekstrimisme maupun ajakan berbuat merusak sehingga menyebabkan mereka melakukan perbuatan menyimpang", ujar Raja Salman seperti dilansir Arabnews.

Ulil Amri Saudi yang memasuki usia 80 tahun ini juga mengajak masyarakat agar menjadi mitra utama pemerintah dalam memerangi ideologi sesat-menyesatkan.

Raja berpesan bahwa dengan rambu-rambu ajaran Islam, kepentingan Islam dan kaum Muslimin akan dibela.

"Dengan demikian, kita yang dipandu dengan ajaran agama Islam, yang melindungi darah dan harta, menyadari tempat kita di jantung dunia Islam, serta menjadi kehormatan bagi kita untuk melayani Islam, memihak kaum Muslimin di seluruh bagian dunia dan membela mereka, terutama Palestina", titah Raja Salman dibacakan oleh Adel al-Turaifi, menteri kebudayaan dan informasi Saudi.

Dalam pesannya, Penjaga 2 Masjid Suci itu juga menyerukan persatuan untuk menyelesaikan berbagai masalah di dunia Islam.

Madinah telah normal
Suasana malam takbiran di kota Madinah dilaporkan telah kembali normal. Aktivitas di masjid suci Nabawi juga berjalan seperti biasa, sebagaimana malam saat bom bunuh diri terjadi di lahan parkir.

"Saat ini (malam Idul Fitri) kondisi di Masjid Nabawi sendiri berjalan normal. Memang pasca kejadian pun aktivitas warga yang akan menunaikan shalat Tarawih di Masjid Nabawi juga berjalan normal. Tidak terganggu dengan kejadian tersebut karena TKP (tempat kejadian perkara) berada di belakang Masjid Nabawi yang berjarak kurang lebih 500 meter", kata Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, Ahmad Fadhly kepada BBC Indonesia.

Ditambahkan oleh Fadhly, banyak kalangan di Arab Saudi menyayangkan aksi teror, apalagi di bulan suci Ramadhan dan di dekat salah satu tempat suci bagi umat Islam.

Badan keagamaan tertinggi Arab Saudi, Dewan Ulama, mengutuk tiga serangan bunuh diri yang terjadi dalam satu hari, termasuk serangan di dekat Masjid Nabawi. (Arabnews/BBC Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.