Suasana kota Kansaba (foto Jaisyul Fath/Ahrar Syam),
Pejuang oposisi Sunni dan sekutu mereka, Jabhah Nushrah (al-Qaeda Suriah), berhasil merebut kota strategis dari pasukan rezim Assad dan sekutunya, di provinsi Latakia utara pada hari Jum'at.

Awal pekan ini, pejuang gabungan dari faksi FSA Sahil (Firqah 1 dan 2), Ahrar Syam, Ansharusy Syam, Failaqusy Syam, Turkistani dan kelompok lainnya, bersama Jabhah Nushrah, meluncurkan operasi Ma'rakatul Yarmuk di Latakia, atau pertempuran merebut kembali daerah (Muslim Sunni) yang diduduki rezim Assad.

Beberapa desa berhasil direbut kembali, dan yang terbaru serta signifikan adalah kemenangan di kota strategis Kansaba.

Pasukan Assad, milisi lokal, Syabihah dan milisi Syi'ah telah merebut Kansaba pada bulan Februari, beserta banyak wilayah Latakia utara lainnya di Jabal Akrad dan Turkman, dengan dukungan serangan udara besar-besaran Rusia sejak akhir 2015.

Saat itu, operasi militer rezim dan Rusia telah menciptakan gelombang ribuan pengungsi baru yang terdorong ke dekat perbatasan Turki maupun provinsi Idlib.

Gencatan senjata beberapa waktu lalu di wilayah ini telah mengalami kegagalan.

Koalisi Jaisyul Fath yang terdiri dari berbagai kelompok ini berhasil kembali Kansaba, sebuah kota kecil yang sebelumnya adalah basis pejuang oposisi Sunni.

Jabhah Nushrah melalui sebuah pernyataan online menyatakan bahwa "mujahidin telah membebaskan Kansaba dan sejumlah desa lainnya, merampas beberapa tank maupun senjata artileri".

Keterangan serupa juga diungkapkan oleh kelompok-kelompok lainnya yang terlibat, seperti Ahrar Syam. Dimana dalam gambar-gambar beredar, selain rampasan persenjataan, terdapat juga milisi pro Assad yang tertangkap.

Sementara FSA merilis aksi-aksi para pejuangnya dalam operasi tersebut.

Kemenangan pejuang Sunni pada pekan ini adalah kemenangan yang jarang diraih di Latakia, sejak Rusia campur tangan pada akhir September lalu.

Para pendukung Assad membantah tentaranya kalah di Kansaba, mereka beralasan tentaranya hanya ditarik mundur ke kota Salma dalam menghimpun kekuatan untuk serangan balasan.

Kekalahan pasukan pro Assad di Latakia menjadi lanjutan dari rangkaian kekalahan sebelumnya di provinsi Aleppo, dimana faksi gabungan juga membuat kerugian besar bagi Iran dan kelompok teroris Hezbollah.

Provinsi Latakia, yang beribukota dengan nama sama ini, adalah basis kekuatan bagi pemeluk agama Syi'ah Nuishairiyah (Alawite) yang dianut keluarga Assad, serta lokasi menjadi pangkalan udara Rusia.

Hanya sedikit bagian di Latakia utara yang dihuni oleh penganut Islam Sunni, yaitu di Jabal Akrad dan Turkman, dimana sejak revolusi meletus, penduduk setempat berada dalam posisi menentang Assad.

Kelompok pejuang terkuat di Latakia adalah Ansharusy Syam dan FSA (terutama Firqah Ula Sahiliyah). (Reuters/SOHR/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.