Video pemenggalan anak kecil yang diduga milisi Assad (foto MEE),
Sebuah video menghebohkan beredar di internet, menunjukkan beberapa orang yang diduga berafiliasi dengan oposisi Suriah tengah mempermainkan seorang bocah laki-laki dan kemudian mereka penggal.

Menurut para pelaku di video, anak tersebut adalah anggota milisi bersenjata yang mendukung rezim Assad.

Insiden ini dilaporkan terjadi di Handarat, wilayah utara Aleppo, lokasi pertempuran sengit antara pejuang oposisi dengan militer Assad beserta para milisinya.

Handarat dahulu adalah kamp tak resmi pengungsi Palestina yang ditampung rezim Assad. Dihuni sekitar 7 ribu orang sebelum jatuh ke tangan kelompok perlawanan bersenjata pada 2013.

Tentara Assad dan milisi Syi'ah berusaha merebut Handarat selama beberapa pekan terakhir, sebagai bagian dari upaya merebut seutuhnya jalan Castello, atau satu-satunya jalur tersisa menuju Aleppo timur yang dikuasai oposisi.

Pemutusan jalan Castello telah memutus akses sekitar 250-300 ribu warga sipil kota Aleppo timur dari dunia luar. Dimana sekitar lokasi telah terjadi aksi saling rebut kedua pihak.

Dalam rekaman yang beredar, anak tersebut diidentifikasi sebagai "Abdullah Issa", pertama kali muncul secara online pada Selasa pagi. Ia disebut berusia di bawah 13 tahun.

Para laki-laki dewasa dalam video mengatakan bahwa anak itu adalah seorang milisi dari Liwa al-Quds, milisi kecil Palestina yang mendukung rezim Assad dan beroperasi di sekitar Aleppo.

Menurut media Enab Baladi, sebuah situs berita pro-oposisi, anak tersebut ditangkap di Handarat oleh anggota kelompok oposisi lokal harakah Nuruddin Zenki.

Namun Nuruddin Zenki mengatakan laporan pemenggalan tidak ada hubungannya dengan kelompok mereka, melainkan oleh oknum tertentu. Pengadilan militer menanti mereka yang bersalah.

Yasser Ibrahim Youssef, anggota biro politik kelompok tersebut, melalui akun Facebooknya menyatakan bahwa sebuah komisi independen telah ditunjuk untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Siapa pun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran akan dibawa ke pengadilan militer", ungkapya.

Seorang penasehat bidang hukum kelompok FSA juga menyatakan tuntutan pertanggungjawaban dari mereka yang terlibat pelanggaran.

Kelompok pemantau HAM Suriah, SOHR, membenarkan adanya bentrokan sengit antara penjuang oposisi dengan milisi al-Quds pro Assad di lokasi kamp Handarat. Termasuk adanya video pemenggalan seorang anak yang disebut dilakukan kelompok oposisi.

Belum ada verifikasi independen yang memastikan bocah tersebut adalah anggota milisi rekrutan rezim Assad.

Di hari yang sama dengan beredarnya video pemenggalan itu, pesawat tempur rezim Assad dan sekutunya melakukan rangkaian serangan udara ke wilayah barat Aleppo, tepatnya di kota Atarib. Membunuh 21 warga sipil, termasuk 6 anak-anak.

Anak-anak menjadi korban serangan udara (SOHR)
Pihak-pihak yang terlibat dalam perang Suriah dilaporkan memiliki berbagai catatan pelanggaran terhadap hak anak. Rezim Assad memiliki catatan paling buruk terkait jumlah pembunuhan anak di bawah umur. (BBC/SOHR/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.