Istri Santoso terikat tali ketika diserahkan petani lokal pada TNI (foto),
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan Jumiatun Muslimyatun alias Delima berperan membantu pelarian Abu Wardah alias Santoso selama berada di hutan.

Jumiatun yang merupakan istri kedua Santoso menyerahkan diri Sabtu pekan lalu, difasilitasi warga lokal yang mempertemukannya dengan aparat.

"Istri kedua Santoso, perannya lebih dalam perbantuan dan memberikan bantuan dalam pelarian selama di hutan", kata Boy di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (25/7).

Atas peran tersebut, ia akan dijerat sejumlah pasal. Salah satunya adalah pasal terkait aksi terorisme. Sebab, kata Boy, sejumlah foto memperlihatkan Jumiatun sedang "memegang senjata laras panjang dan ikut dalam latihan perang".

"Dia bisa juga kita kenakan Pasal 14 Undang-undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, soal menyimpan informasi aksi teror atau memberikan fasilitas", ujar Boy, seperti dilansir CNN Indonesia.

Jumiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi Delima diamankan oleh Satgas Operasi Tinombala pada Sabut, 23 Juli 2016 di wilayah Desa Trambana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Jamiatun dalam kondisi sangat lemah saat itu karena sudah lama tinggal di hutan menemani suaminya. Menurut polisi, Jamiatun telah mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Sebelumnya pemerintah menyatakan akan mempertimbangkan opsi abolisi dan amnesti bagi para pengikut Santoso yang menyerahkan diri.

Kabur, bawa senjata, lalu menyerah difasilitasi warga
Jumiatun berhasil melarikan diri selama 5 hari pasca tewasnya Santoso. Ia yang seorang diri sempat mengambil senjata Santoso. Namun karena berat, senjata itu akhirnya ditinggalkan di suatu tempat.

Setelahnya, Jumiatun mulai turun dan bertemu dengan masyarakat petani Coklat. Dua warga yang ditemui itu menyarankan agar ia menyerahkan diri kepada aparat yang kemudian disetujui olehnya.

Selanjutnya, Jumiatun diikat tangannya oleh kedua warga tersebut serta dibawa turun untuk diserahkan kepada aparat.

Dalam perjalanan turun, Jumiatun dan kedua warga tersebut berpapasan dengan seorang warga lainnya. Jumiatun yang kelaparan kemudian minta makan.

Saat ia makan, salah seorang warga melaporkan keberadaan Jumiatun ke aparat dari Satgas Tinombala 2016.

Mendapat laporan tersebut Petugas Satgas Tinombala 2016 langsung mendatangi posisi Jumiatun selanjutnya membawa ke Pos Sektor 1 terdekat, serta ditangani lebih lanjut. (CNN Indonesia/Detik)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.