Fasilitas sel ICTY bagi penjahat perang bekas Yugoslavia (foto),
International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) adalah sebuah badan hukum khusus (ad hoc) yang dahulu dibentuk oleh PBB untuk menangani berbagai kasus kejahatan perang selama kisruh dan kekerasan pasca bubarnya Yugoslavia.

ICTY terletak di kota Den Haag, negeri kincir angin Belanda. Pengadilan ini berdiri lebih dulu daripada mahkamah kriminal internasional (ICC).

"Rasa Eropa" sangat kental dalam ICTY. Salah satunya adalah tidak ada hukuman mati yang diterapkan. Ciri Eropa lainnya ada pada fasilitas penahanan atau penjara sementara bagi para terdakwa pelaku kejahatan perang.

Dimana standar hak asasi manusia dijunjung sangat tinggi. Bermacam pelayanan kebutuhan dasar dan kesehatan diberikan sebaik-baiknya untuk para tahanan.

Saat ini, 2 gembong genosida Muslim Bosnia, Radovan Karadžić dan Ratko Mladić, bersama puluhan penjahat perang Yugoslavia lainnya tengah menjalani hari-harinya di penjara Scheveningen sejak beberapa tahun lalu.

Jika urusan hukum dengan pengadilan ini semuanya telah selesai, para terdakwa (yang resmi berubah menjadi narapidana) segera dipindah ke penjara lain di negara penampung yang memiliki kerja sama dengan ICTY.

Selama menghuni penjara Scheveningen, Den Haag, para terdakwa tinggal dalam kamar isolasi dan tersedia waktu-waktu beraktivitas serta membaur dengan para tahanan lainnya yang masih menjalani proses hukum. 

Tahanan dikunci dalam kamarnya mulai pukul 21:00 hingga waktu bangun untuk sarapan pada pukul 07:30 pagi.

Makanan telah disediakan untuk para tahanan, tapi mereka juga bisa membeli makanan dari toko di penjara atau boleh memesan hidangan khusus yang sesuai "budaya dan menu diet" mereka.

Penjara ini terletak di kota pantai Scheveningen. Merupakan bekas sebuah penjara tua bagi para tentara Belanda yang ditahan Nazi.


Sambil menunggu atau tengah menjalani proses hukum, kondisi kesejahteraan fisik dan emosional para tahanan menjadi sangat penting di bawah Unit penahanan ICTY.

Unit tersebut bertanggung jawab "mempertahankan martabat" semua terdakwa yang ditahan, dimana hak asasi mereka tetap dilindungi dalam kondisi kebebasan dicabut.

Ada dua bidang penting yang harus dikelola, yaitu pengelolaan Unit Penahanan itu sendiri dan (pelayanan) perlindungan hak-hak tahanan.

Hal-hal yang wajib disediakan bagi terdakwa antara lain jadwal harian untuk akses udara segar, olahraga, perawatan medis, terapi okupasi, bimbingan rohani, pengkondisian tepat untuk mempersiapkan pembelaan, fasilitas komputer tanpa internet, pelatihan, kunjungan hingga kegiatan rekreasi (hiburan) dan penyegaran.

Para tahanan yang hampir semua terbelit kasus kejahatan perang ini pun memiliki akses layanan TV satelit dan media dari wilayah negara bekas Yugoslavia.

Unit Penahanan dilengkapi fasilitas kesehatan dengan petugas medis dan staf-stafnya, yang dirancang untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi para terdakwa.

Tingginya standar pelayanan kesehatan ICTY bagi para terdakwa penjahat perang yang rata-rata sudah berusia sepuh ini, membuat angka harapan hidup atau kondisi kesehatan mereka makin meningkat dari sebelumnya.

Fasilitas penahanan berjalan dengan standar HAM terbaik, dimana asas praduga tak bersalah berlaku bagi para terdakwa, kecuali yang telah terbukti bersalah di pengadilan.

Tanpa memandang kasus yang membelit terdakwa atau proses hukumnya, semua tahanan mendapat perlakuan yang sama. Mereka tidak dipisahkan menurut etnis, kebangsaan, agama atau kelas sosial.

Unit ini tunduk pada inspeksi independen yang dilakukan oleh lembaga eksternal seperti Komite Palang Merah Internasional.

Setelah kasusnya dinyatakan selesai sepenuhnya, tahanan kemudian dipindahkan ke penjara lain yang berada di luar Belanda untuk menghabiskan sisa hukuman.

Karadžić sendiri telah divonis hukuman 40 tahun penjara untuk kasus kejahatan terburuk, yaitu genosida terhadap Muslim Bosnia di Srebrenica pada tahun 1995. (ICTY/BBC)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.