Korban dalam pemakaman massal (foto),

Sebuah kejahatan Genosida ini terjadi pada sekitar tanggal 11 s/d 13 Juli 1995. Pembantaian ini disebut sebagai tragedi pembantaian terburuk di daratan Eropa sejak era perang dunia ke-2.

Korbannya adalah ribuan warga Muslim Bosnia di kota pengungsian Srebrenica. Lebih dari 8300 pria dewasa dan bocah laki-laki Muslim dihabisi secara massal.

Genosida adalah bentuk kejahatan paling kejam menurut hukum internasional, yaitu pelenyapan sekelompok manusia karena motif identitas yang dimilikinya (misalnya ras dan agama).

Pengadilan PBB telah memutuskan bahwa pembantaian ini termasuk Genosida yang bermaksud memusnahkan sebuah populasi dengan identitas Muslim Bosnia.

Aktor pembantaian ini adalan pasukan dari entitas politik "Republika Srpska" dan milisinya. Sebuah kekuatan politik etnis Serbia dan Serbia-Bosnia, pasca tumbangnya negara Yugoslavia yang disusul kemelut di wilayah itu.

Saat itu Serbia menentang berdirinya negara Bosnia and Herzegovina. 2 otak yang paling bertanggung jawab atas Genosida ini adalah Radovan Karadžić dan Ratko Mladić.

Pada sore hari tanggal 10 Juli 1995, tentara Serbia dan Serbia-Bosnia beserta para milisi mulai menyerbu Srebrenica, sebuah kota perlindungan pengungsi yang dibuat oleh PBB. Lokasi lebih dari 40.000 orang menghindari perang.

Srebrenica dijaga oleh pasukan penjaga perdamaian PBB asal Belanda, namun tak berbuat banyak untuk menghentikan pendudukan Serbia.

PBB dan NATO gagal melakukan tindakan berarti saat peristiwa terjadi. Meski telah ada ancaman dari Ratko Mladić akan membantai Muslim Bosnia.

Seruan penguatan kehadiran militer internasional masih terkendala dengan sikap AS yang tidak tegas.

Pasukan internasional tidak bisa bertugas melakukan intervensi dalam konflik saat diperlukan saat itu.

Setelah pasukan "penjaga perdamaian" Belanda ditlakukkan tanpa perlawanan berarti, kota jatuh ke tangan tentara pro Serbia, termasuk ribuan waraga sipil Muslim diserahkan dalam kendali mereka.

Pasukan pro Serbia dan milisinya kemudian memisahkan laki-laki dan perempuan Muslim. Lebih dari 8000 laki-laki Muslim Bosnia dari usia belasan tahun hingga manula, digiring ke dalam truk untuk dibawa ke lokasi eksekusi.

Di lokasi pembantaian, dekat sungai Drina, korban berbaris tiap 4 orang sebelum ditembak mati.

Mayat-mayat korban kemudian dimakamkan secara massal, dengan proses kasar. Kuburan digali oleh para pelaku tak lama setelah perang dan kerap dilakukan pemindahan untuk menyembunyikan kejahatan tersebut.

Selama proses itu, sisa-sisa tubuh yang telah rusak juga terpisah-pisah oleh penggunaan buldoser. Sehingga banyak potongan-potongan ditemukan di berbagai lokasi kuburan massal.

Pengadilan internasional telah memvonis bersalah aktor utama, Karadžić dan Mladić, yang bertanggung jawab atas Genosida, namun bukan vonis hukuman mati.

Muslim Bosnia adalah sebuah etnis penganut Islam di daratan Eropa yang merupakan warisan kekuasaan Turki Utsmaniyah.

Pasca berakhirnya era Turki di Eropa, Muslim Bosnia tetap memeluk Islam meskipun terisolir dan tidak mengenal syariat Islam seutuhnya. (Risalah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.