Anak-anak jadi korban utama serangan udara (foto),
Telah lewat 10 bulan sejak presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, memutuskan melakukan intervensi militer di Suriah untuk membantu rezim Basyar al-Assad dalam menghadapi para penentangnya.

Sepanjang itu, kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) sanggup mencatat sebanyak 7457 kematian akibat opersi militer Rusia.

Jumlah ini terdiri dari pengelompokan warga sipil, pejuang oposisi FSA, kelompok oposisi Islamis dan Jabhah Nushrah (Jabhah Fathu Syam), serta korban tewas dari kelompok ultra ekstrimis ISIS.

Dampak serangan Rusia ini tercatat selama 10 bulan sejak 30 September 2015 hingga 30 Juli 2016. Angka kematian disebabkan oleh ribuan serangan udara yang menargetkan beberapa provinsi di Suriah.

Berikut rincian klasifikasi jumlah tersebut menurut SOHR,

Korban sipil meninggal dunia sebanyak 2766 orang, yang terdiri dari:
1. 677 orang anak di bawah umur, dengan batas usia 18 tahun
2. 422 orang wanita
3. 1667 orang laki-laki

Anggota ISIS yang tewas sebanyak 2527 orang militan.

Kelompok oposisi dan sekutunya, terbunuh sebanyak 2164 pejuang, terdiri dari faksi oposisi FSA, oposisi Islamis, Jabhah Nushrah, kombatan asing dari wilayah Teluk dan Turkistani.

Bahkan baru-baru ini, pesawat-pesawat tempur Rusia menggunakan sejenis bom Termit atau pembakar yang dikemas dalam muatan bom cluster sebesar 500 kg. Dengan kode produk senjata "RBK-500 Zab ​​2.5 SM", dan mengandung bom-bom kecil Termit.

SOHR juga mendesak masyarakat internasional untuk berbuat nyata untuk melindungi warga sipil, dimana Rusia yang merupakan anggota tetap DK PBB, justru menjadi aktor utama jatuhnya korban sipil secara terus menerus, berdalih sedang memerangi "teroris" atau ISIS.

Kelompok ini kecewa atas diamnya masyarakat internasional dan utusan PBB terhadap jatuhnya korban anak-anak Suriah oleh berbagai kejahatan (pelanggaran) perang.

Risalah menelusuri pola atau mungkin tingkat kevalidan data-data korban sipil yang dirilis oleh SOHR, dan menemukan bahwa data tersebut bersifat moderat.

Dalam artian, jumlah yang dirilis SOHR lebih sedikit dari laporan kelompok oposisi, namun jauh lebih tinggi dari klaim Rusia/Assad yang kerap membantah jatuhnya korban sipil di Suriah. (SOHR/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.