Anggota Jabhah Nushrah (foto),
Kelompok Jihadis Suriah, Jabhah Nushrah (JN), disebut-sebut akan memutus hubungan dengan al-Qaeda, meskipun masih ada penolakan dari beberapa anggota pentingnya.

Dewan Syura kelompok ini dilaporkan telah memilih untuk "bercerai" dengan induknya, al-Qaeda, yang merupakan organisasi jihadis internasional yang masuk daftar teroris PBB itu.

Kabar ini muncul setelah sebelumnya santer berita rencana AS-Rusia berkoordinasi militer untuk menyerang Jabhah Nushrah. Meski banyak pejabat AS menilai serangan itu justru menguntungkan Assad, karena an-Nushrah adalah sekutu terkuat oposisi Sunni.

Dalam kunjungannya ke Rusia pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengusulkan kerjasama militer yang lebih erat dengan Moskow dalam menargetkan kelompok-kelompok militan di Suriah.

Dimana yang dimaksud adalah ISIS dan Jabhah Nushrah, yang disepakati oleh AS-Rusia sebagai kelompok teroris. Jabhah Nushrah sendiri merupakan musuh besar bagi ISIS dan Assad.

"Dewan Syura an-Nushrah telah memutuskan untuk bercerai dengan al-Qaeda. Mungkin pada hari Minggu", klaim analis Charles Lister pada hari Sabtu kemarin, mengutip sumber petinggi kelompok Islamis di Suriah, tetapi ia menyebut berita ini belum dapat dikonfirmasi.

Kabar serupa juga Risalah terima dari sumber Suriah. Disebutkan jika pemimpin Jabhah Nushrah, Abu Muhammad al-Jaulani, akan muncul (wajahnya) pertama kali untuk mengumumkan pelepasan. Namun sekali lagi belum ada kepastian resmi

Laporan itu mengungkap adanya sikap berbeda di tubuh kelompok jihadis ini. Sekitar sepertiga anggotanya ingin melepas hubungan organisasi dengan al-Qaeda dan siap melepas diri dari cap "teroris".

Kabar rencana keluarnya Jabhah Nushrah dari al-Qaeda sebenarnya telah muncul sejak dua tahun lalu.

Pemimpin al-Qaeda, Dr. Ayman az-Zawahiri, maupun tokoh spiritual kalangan jihadis, Abu Muhammad al-Maqdisi, tidak keberatan pemisahan tersebut untuk tujuan tertentu yang diperlukan.

Sedangkan negara-negara pendukung revolusi Suriah, seperti Qatar, dikabarkan telah lama meminta pemutusan hubungan Jabhah Nushrah dan al-Qaeda. Qatar siap memberi dukungan jika kelompok itu lepas dari label "teroris".

Namun pemutusan itu (jika terjadi) dinilai tak akan berpengaruh banyak dalam tatanan ideologi. Sementara banyak yang optimis Jabhah Nushrah akan terus melangkah dalam jalur yang tepat. (Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.