Lembaga kemanusiaan Turki (foto),
Pengiriman bantuan Turki telah tiba di wilayah Jalur Gaza pada hari Senin (4/7) setelah melalui bongkar muat dari pelabuhan Israel dan diangkut dengan ratusan truk.

Hal ini terjadi sekitar seminggu setelah Israel dan Turki mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik. Beberapa syarat dipenuhi Israel sebagai bagian dari pemulihan.

Sekitar 11.000 ton muatan diangkut kapal kargo Turki, seperti pakaian, mainan anak-anak dan obat-obatan yang ditujukan bagi warga Gaza, Palestina, mendarat di ke pelabuhan Israel, Ashdod, pada hari Minggu.

Di bawah pengawasan Bulan Sabit Merah Turki, sekitar 500 truk kemudian membawa bantuan memasuki Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai pejuang Islam Hamas, lewat jalur masuk Kerem Shalom.

Hubungan antara Israel dan Turki hancur setelah pasukan AL Zionis Israel menyerbu sebuah kapal kemanusiaan Turki pada Mei 2010 yang berupaya menembus blokade laut atas Jalur Gaza.

Serbuan Israel yang menurut berbagai media terjadi di wilayah laut internasional itu telah menewaskan 10 aktivis.

Pemulihan hubungan kali ini terjadi setelah Israel bersedia memenuhi beberapa syarat, diantaranya adalah permintaan maaf dan ganti rugi bagi korban kapal Mavi Marmara, serta akses bantuan Turki ke Gaza.

Ditambah dengan dorongan keuntungan bersama terkait prospek perdagangan gas alam.

"Ini menjadi kapal (bantuan) pertama setelah kesepakatan pemerintah Israel dan Turki", jelas Kerem Kinik, presiden Bulan Sabit Merah Turki, yang langsung ke Gaza untuk mengawasi distribusi barang.

Ia juga mengatakan jika Turki akan memberikan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan ke wilayah itu.

Pekan lalu, sekitar 3.400 truk yang membawa 107.500 ton barang, seperti obat-obatan, peralatan elektronik, barang-barang kebutuhan dan bahan konstruksi, telah memasuki Jalur Gaza dari Israel, menurut pihak berwenang Israel.

Pedagang Gaza dapat mengimpor barang dari Israel maupun tempat lainnya, tetapi rezim Tel Aviv membatasi masuknya benda-benda yang dianggap dapat beralih fungsi, dengan alasan bisa "menjadi senjata atau hal-hal militer lain yang dimanfaatkan Hamas".

Satu-satunya pintu masuk ke Gaza selain lewat Israel adalah dari pintu Rafah-Mesir. Dimana rezim Kairo as-Sisi yang menentang Ikhwanul Muslimin dan Hamas, lebih banyak menutup perbatasannya. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.