Penampilan publik pertama Abu Muhammad al-Jaulani (foto),
Pemimpin kelompok jihad Jabhah Nushrah, Abu Muhammad al-Jaulani, untuk pertama kalinya memunculkan wajahnya di kamera ketika mengumumkan perubahan nama kelompoknya menjadi Jabhah Fathu Syam, atau Front Pembebasan Syam.

Sekaligus pemisahan diri dari jaringan internasional organisasi al-Qaeda, yang dianggap sebagai organisasi teroris internasional PBB.

"Kami menyatakan penarikan sepenuhnya semua operasi di bawah nama 'Jabhah Nushrah', dan pembentukan kelompok baru yang beroperasi dengan nama 'Jabhah Fathu Syam', (serta) menegaskan bahwa organisasi baru ini tidak memiliki afiliasi dengan entitas eksternal apapun", kata al-Jaulani.

Sebelum video yang dirilis pada hari Kamis (28/7), pemimpin al-Qaeda Dr. Ayman az-Zawahiri telah menyatakan "restu" atas keluarnya Jabhah Nushrah dari organisasinya, tanpa mempermasalahkannya sedikitpun.

Nama Jabhah Nushrah pertama muncul di internet pada awal 2012 saat mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mematikan di wilayah Assad, di Aleppo dan Damaskus.

Saat itu belum ada perpecahan serius dengan cikal bakal ISIS di Irak, atau pecahnya permusuhan antara para jihadis dan ultra ekstrimis (takfiri).

Namun dalam perkembangan berikutnya, al-Jaulani menjamin bahwa kelompoknya tidak akan mengebom atau membunuhi warga sipil, termasuk warga Nushairiyah yang tidak ikut menyerang mereka.

Karena menurutnya, hal tersebut (serangan) justru menjadi bahan propaganda rezim untuk merekrut tentara baru. Sementara tujuan Jabhah Nushrah bukan untuk balas dendam atau membantai komunitas tertentu.

Kelompok ini memiliki pejuang yang sangat militan, bersenjata lengkap, sangat terlatih. Memiliki lawan utamanya adalah rezim Assad dan ISIS, serta berkonflik dengan kelompok oposisi tertentu.

Reaksi berbeda-beda

Menanggapi deklarasi itu, Farah al-Atassi, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi, grup negosiator politik utama dari oposisi Suriah, menilai masih terlalu prematur memprediksi akan adanya konsekuensi penuh dari pengumuman pemisahan diri dari al-Qaeda.

Atassi berharap, langkah (al-Jaulani) itu akan menyingkirkan alasan bagi negara asing, seperti Rusia, untuk mengebom warga sipil Suriah dengan alasan "teroris".

"Kami melihatnya dengan rasa lega", kata Attasi kepada Al Jazeera dari Washington, DC, beberapa menit setelah pengumuman itu.

"Ini akan menjadi (hal) positif bagi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang telah melawan ISIS dan Nushrah dalam enam bulan terakhir, karena Rusia mengebom posisi FSA dan kawasan warga sipil dengan alasan untuk menyerang Nushrah", ujarnya.

Jabhah Nushrah disanksi oleh Dewan Keamanan PBB karena dianggap sebagai kelompok "teroris". Serta menjadi salah satu alasan bagi AS dan Rusia untuk mengintervensi Suriah.

Menurut Al-Jazeera, reaksi awal kelompok oposisi di Suriah atas deklarasi tersebut berbeda-beda.

"Semua aktivis oposisi di Suriah yang kami wawancarai mengatakan bahwa mereka tidak terkejut dengan pengumuman itu, telah ada spekulasi yang memuncak dalam beberapa hari terakhir jika (pengumuman) ini akan terjadi", kata Muhammad Jamjum, reporter Al-Jazeera di Gaziantep, Turki.

"Beberapa dari mereka percaya bahwa dengan pemisahan diri Jabhah Nushrah secara resmi dari al-Qaeda, mengganti nama, serta berbicara tentang persatuan dalam perang (revolusi) Suriah, yang itu berarti AS dan lain-lain tidak lagi menganggap Nushrah sebagai organisasi teroris, (mungkin) lebih banyak dukungan internasional di belakang kelompok oposisi", jelasnya.

Namun, sebagian besar aktivis di Aleppo tidak "benar-benar percaya apa yang diumumkan al-Jaulani, mereka tidak mempercayai motivasi (yang dikatakan)".

"Beberapa dari mereka bertanya-tanya apakah (pengumuman) ini semacam aksi publisitas agar mendapatkan lebih banyak dukungan dari masyarakat internasional, serta banyak lainnya bertanya apakah ini akan memiliki dampak nyata (di lapangan)", lanjutnya.

Penilaian AS tidak berubah
Pada hari Kamis, Gedung Putih mengatakan bahwa penilaian mereka terhadap Jabhah Nushrah tidak berubah, meskipun kelompok itu telah memutus hubungan dengan al-Qaeda.

"Ada keprihatinan yang terus meningkat tentang meningkatnya kemampuan Jabhah Nushrah untuk operasi eksternal yang bisa mengancam Amerika Serikat dan Eropa", kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan.

AS mengklaim bahwa suatu kelompok dinillai dari "tindakannya" selama ini dan ideologi, bukan melalui pengumuman saja untuk mendefinisikan diri (berpisah dari al-Qaeda).

"Mereka masih dianggap sebagai organisasi teroris asing", kata jubir depatemen luar negeri AS John Kirby.

Namun dari penelusuran Risalah, Jabhah Nushrah tidak pernah satu kalipun melakukan operasi ke negara asing di luar Suriah, kecuali Lebanon, yaitu ketika bertempur dengan kelompok militan Syi'ah Hezbollah yang dianggap sebagai teroris oleh banyak negara. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.