Contoh altar persembahan agama lain (foto),
Tanya:
"Assalamu'alaikum, afwan Ustadz izin bertanya, di pabrik kan banyak orang China Taiwan, terkadang mereka melakukan ritual sembahyang yang banyak makanan buah minuman kalengnya. Selesai mereka sembahyang makanan tersebut dibagi-bagikan. Apa hukumnya makanan tersebut? Bolehkah kita memakannya? Syukron atas penjelasannya"

Jawab:
Makanan sesaji atau yang dipersembahkan dalam ibadahnya orang kafir (non Muslim) bila berbentuk daging hewan sembelihan maka dia haram dimakan berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Maidah:

“Diharamkan bagi kalian makan bangkai, darah, daging babi dan yang disembelih untuk selain Allah.” (Qs. Al-Maidah : 3).

Jadi, kalau makanannya berupa daging hewan sembelihan sekalipun hewan yang halal seperti Ayam atau Kambing maka tidak boleh dimakan, tetapi kalau berupa buah atau kue maka tidak ada masalah memakannya berdasarkan riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya nomor 24856, Jarir menceritakan kepada kami, dari Qabus dari ayahnya,

أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْ عَائِشَةَ قَالَتْ: إِنَّ لَنَا أَظْآرًا مِنَ الْمَجُوسِ، وَإِنَّهُ يَكُونُ لَهُمُ الْعِيدُ فَيُهْدُونَ لَنَا؟ فَقَالَتْ: أَمَّا مَا ذُبِحَ لِذَلِكَ الْيَوْمِ فَلاَ تَأْكُلُوا، وَلَكِنْ كُلُوا مِنْ أَشْجَارِهِمْ

Ada seorang wanita bertanya kepada Aisyah, “Kami mempunyai teman orang-orang Majusi, mereka mempunyai hari raya, dan biasa memberikan hadiah kepada kami?
Aisyah menjawab, “Bila berbentuk daging hewan sembelihan maka janganlah kalian makan, tetapi makanlah yang berasal dari pohon-pohon mereka (buah-buahan)”

Selain itu ada riwayat dari Abu Barzah al-Aslami Radhiyallahu Anhu, bahwa ia punya tetangga orang Majusi dan mereka biasa menghadiahinya di hari raya Nairuz dan Mihrajan. Dalam hal ini Abu Barzah berpesan kepada keluarganya,

مَا كَانَ مِنْ فَاكِهَةٍ فَكُلُوهُ، وَمَا كَانَ مِنْ غَيْرِ ذَلِكَ فَرُدُّوهُ
 
“Yang berbentuk buah-buahan silahkan kalian makan, tapi selain itu maka kembalikan.” (Ibnu Abi Syaibah, no. 24857).

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam catatan kakinya terhadap kitab Fath Al-Majid cetakan Dar Ibnu Hazm hal. 128, atau pada halaman 174 di cetakan Dar al-‘Alamiyyah Mesir tahun 2013,

“Apabila makanan itu terbuat dari daging yang disembelih kaum musyrikin atau lemaknya atau kuahnya maka itu haram, karena sembelihan mereka termasuk bangkai sehingga diharamkan dan menjadi najis mengotori makanan yang mencampurinya. Berbeda dengan roti atau semisalnya yang tidak tercampur dengan sembelihan kaum musyrikin maka itu halal bagi yang mengambilnya. Sama halnya dengan uang dan yang semisalnya. Wallahu a’lam”

Namun perlu tetap diperhatikan jangan sampai terlibat dalam acara ibadah mereka.

Oleh Ustadz Anshari Taslim
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.