Erdogan saat kunjungi kamp pengungsian (foto),
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Uni Eropa belum menunjukkan "ketulusan" terkait kesepakatan bantuan pada Turki untuk menahan pengungsi Suriah agar tidak ke Eropa.

Muncul kekhawatiran tentang kejelasan kesepakatan Uni Eropa-Turki pada Maret lalu, pasca terjadinya kudeta gagal Turki 15 Juli.

Kesepakatan tersebut berisi perjanjian agar Turki mencegah para pencari suaka untuk menyeberangi Yunani serta menampung pengungsi yang ingin ke Eropa.

Sebagai imbal baliknya, Uni Eropa akan memberi berbagai macam bantuan untuk para pengungsi yang ditampung di Turki. Termasuk dana miliaran Euro.
Uni Eropa juga berjanji mempermudah proses pembahasan keanggotaan Turki dan memberi bebas visa bagi warga Turki yang ingin mengunjungi Eropa.

"Para pemimpin Eropa tidak tulus", keluh Erdogan dalam sebuah wawancara dengan televisi ARD Jerman, seperti dikutip BBC.

Dari janji € (Euro) 3 milyar, Uni Eropa baru memberi € 1-2 juta saja, katanya.

Turki menjadi penampung sekitar 2,7 juta pengungsi Suriah, dimana Erdogan mengatakan bahwa Turki selama ini telah mengeluarkan sekitar USD 12 milyar (€ 11 milyar) atau Rp 160 triliun.

"Turki melakukan komitmennya berkenaan dengan masalah pengungsi. Tapi bagi Eropa, sudahkan memenuhi janji kalian (yang disepakati)?", kata Erdogan.

Sebelum kesepakatan Maret lalu, Yunani kewalahan menerima arus pengungsi yang tiba dengan perahu dari Turki.

Tapi setelah kesepakatan itu, jumlah pencari suaka yang menyeberang telah menurun drastis. Dimana mereka dicegat sebelum berhasil mencapai pulau-pulau milik Yunani. (BBC/Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.