Daesh atau ISIS adalah "belati yang menikam ke dada Muslim", ujar Presiden Recep Tayyip Erdogan menyusul serangkaian pemboman di berbagai negara, termasuk Arab Saudi yang dituduhkan pada kelompok teroris tersebut.

Berbicara dalam sebuah acara di Istanbul jelang Idul Fitri, hari Selasa, Erdogan menyoroti mahalnya darah kaum Muslimin yang tertumpah oleh kelompok-kelompok teroris seperti PKK dan ISIS.

"Organisasi yang disebut Daesh (ISIS) adalah belati yang menikam dada kaum Muslimin. Siapa saja yang mendukung organisasi ini, dengan fanatisme sektarian atau motif lainnya, akan menanggung dosa yang sama", ujarnya dilansir Anadolu Agency.

Pada hari Senin, serangan bom bunuh diri menyasar Madinah, Qatif dan Jeddah. Di Madinah, empat penjaga keamanan terbunuh oleh bom bunuh diri di dekat Masjid Nabawi.

Rangkaian serangan bom dan terorisme mengguncang berbagai negara memasuki pekan terakhir Ramadhan, menyasar tempat-tempat umum dam menewaskan ratusan orang. Di Turki, Bangladesh, Irak dan Arab Saudi.

Dalam pernyataannya, Erdogan juga berjanji untuk meneruskan rencana pemberian kewarganegaraan bagi pengungsi Suriah.

Proposal ini pertama kali diungkapkan pada tanggal 2 Juli, yang kemudian disambut protes di media sosial.

"Banyak orang berkompeten diantara mereka (pengungsi), mereka yang memiliki karir (prestasi). 'Ayo kita jangan terima mereka', (dan kemudian) mereka harus lari ke Inggris, Kanada atau tempat lain? ...Kita tidak boleh diskriminatif", ujar Erdogan.

Erdogan mencontohkan warga Meskhetian Turks yang melarikan diri dari konflik di timur Ukraina dan kemudian menetap di Turki. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.