Suasana pasca bom bunuh diri Kabul (foto),
Bom bunuh diri meledak ketika kelompok minoritas Hazara sedang melakukan demonstrasi di Kabul, Afghanistan, Sabtu (23/7). Setidaknya 61 orang tewas, sementara 207 lainnya terluka.

Reuters melaporkan rekaman televisi dari lokasi kejadian pasca bom menunjukkan mayat-mayat bergelimpangan di jalanan penuh darah.

“Teroris ambil kesempatan menyusup diantara demonstran lalu membuat ledakan yang menewaskan warga kita, termasuk personel pertahanan keamanan”, kata Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dalam pernyataan.

Pada Sabtu, pemrotes menuntut transmisi listrik dari Turkmenistan ke Kabul agar melewati dua provinsi yang dihuni oleh banyak kaum Hazara. Pemerintah Afghanistan sebelumnya menolak melakukan ini karena akan menghabiskan banyak dana.

Kelompok Hazara yang memakai bahasa Persia merupakan penganut Syi'ah dan diperkirakan berjumlah 9 persen dari keseluruhan populasi Afghanistan.

Kini banyak pengumgsi Hazara di Iran yang direkrut menjadi militan untuk berperang di Suriah.

Hazara merupakan kelompok minoritas ketiga terbesar, hidup menjadi warga kelas dua atau sebagai sejenis kaum kafir dzimmi pada masa pemerintahan Taliban. Ribuan Syi'ah Hazara dilaporkan tewas pada era tersebut.

Taliban sendiri menyangkal terlibat dalam peristiwa ini, dan menyatakan tidak akan bertindak memancing konflik baru (sektarian).

"Kami tidak akan pernah ambil bagian dalam setiap insiden yang bisa memecah warga Afghanistan", kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Klaim ISIS
Kelompok ultra ekstrimis ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini lewat saluran beritanya, Amaq.

“Dua militan dari ISIS meledakkan sabuk bom di dalam kerumunan Syi'ah di Kota Kabul di Afghanistan”, kata Amaq. (Reuters/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.