Bahrain menjadi titik strategis persaingan ideologi (foto),
Pemerintah Bahrain pada hari Kamis mengumumkan telah dibongkar sebuah sel teroris yang tengah merencanakan serangan di wilayahnya. Sel teroris ini disebut terkait dengan Iran.

Ada lima tersangka yang ditangkap setelah polisi menemukan adanya bahan pembuatan bom, senapan dan pisau di rumah-rumah mereka.

Polisi mengatakan bahwa kelima militan tersebut pernah menerima pelatihan militer di Iran dan Irak, demikian pernyataan kementerian dalam negeri Bahrain.

Tidak ada komentar terbaru dari Teheran atau Baghdad untuk menanggapi laporan ini.

Sejak tahun 2011 negara pulau di teluk Arab ini dilanda masalah politik, setelah para penganut Syi'ah negeri itu menuntut reformasi dan ingin melemahkan kekuasaan Raja Bahrain yang Muslim Sunni.

Pemerintah yang dibantu tetangganya, Arab Saudi, mengambil tindakan tegas untuk menghentikan massa Syi'ah.

Bahrain kerap menuduh Iran, yang merupakan negara teokrasi Syiah, berada di balik berbagai serangan bom teroris yang menargetkan pihak keamanan. Iran juga dituduh telah memprovokasi dan mendukung aksi protes Syi'ah.

Teheran membantah melakukan campur tangan di Bahrain, meskipun mengakui dukungannya pada tuntutan kelompok Syi'ah di sana.

Sementara pemerintah Bahrain telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran.

Sejak Juni, Bahrain juga telah mengambil langkah-langkah terhadap aktivis, ulama dan kelompok oposisi Syi'ah.

Kebijakan tersebut dikritik Barat dan PBB, yang menilai dapat meningkatkan ketegangan politik. Namun Manama menyatakan tindakan diambil untuk menghilangkan sentimen sektarian dan pengaruh asing (Iran) pada oposisi Syi'ah. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.