Bom Istanbul (foto),
Kelompok militan Kurdi menyatakan bertanggung jawab serangan bom bunuh diri di kota Istanbul, Selasa lalu, dan membuat negara itu tidak aman lagi bagi wisatawan asing.

Sebuah bom mobil meledak di dekat bus polisi di pusat Istanbul pada waktu jam sibuk pagi hari, dekat kawasan-kawasan penting kota itu. Serangan membunuh 11 orang dan melukai beberapa lainnya, termasuk seorang warga Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Elang Pembebasan Kurdi (TAK), sebuah cabang dari kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK), berjanji akan melanjutkan serangan pada Turki dan mengatakan bahwa mereka tidak menyasar turis, walau turis bisa saja terkena.

"Beberapa orang mungkin telah kehilangan kedamaiannya, tapi kami (sebenarnya) baru saja memulai perang", ancam kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Turki, sebagai negara tujuan wisata keenam terbesar di dunia, telah mengalami penurunan kunjungan karena adanya kekhawatiran memburuknya keamanan.

Penurunan kunjungan terbesar sejak 17 tahun terjadi pada bulan April lalu, sementara tingkat hunian hotel rata-rata turun hingga 70 persen secara nasional.

ISIS disalahkan pada dua bom bunuh diri di Istanbul sejak awal 2016, sementara militan Kurdi meneror ibukota Ankara dan yang terbaru di Istanbul.

PKK Kurdi telah melancarkan pemberontakan terhadap Turki, meningkatkan kekerasan di wilayah tenggara negeri itu. Sedangkan upaya perundingan damai telah gagal total.

Pemerintahan Perdana Menteri baru telah menegaskan untuk melanjutkan opsi militer terhadap PKK.

Perdana Menteri Binali Yildirim menyatakan tidak ada perundingan untuk mengakhiri kekerasan, meskipun ia menyebut ada upaya baru oleh PKK yang ingin menghidupkan kembali pembicaraan damai.

Menurut sumber militer pada hari Jum'at, jet Turki membom kawasan tenggara Daglica, di provinsi Hakkari, dekat perbatasan Irak, menewaskan sekitar 8 hingga 10 militan PKK.

Militer juga mengatakan jika mereka telah menyerang posisi PKK lain di Hakkari, hari Kamis (9/6).

Di panggung politik, Presiden Erdogan dan AKP berupaya melumpuhkan partai Kurdi HDP, yang dipandang sebagai sayap politik PKK. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.