Jatuhnya sebuah pesawat tempur (foto),
Pejuang oposisi Jaisyul Islam di Ghouta mengumumkan telah berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur militer Assad dekat pangkalan udara al-Sin di Damaskus timur, jelas koresponden Orient-news, Hadi al-Munajed.

Jenis jet yang diklaim jatuh ini adalah MiG 29, sementara nasib pilotnya tidak diketahui. Namun, menurut akun media sosial yang terafiliasi dengan Jaisyul Islam, pilot tewas dalam insiden ini.

Laporan jatuhnya MiG datang 16 jam setelah hancurnya sebuah helikopter Assad yang terbang di Ghouta pada hari Minggu malam, juga oleh serangan Jaisyul Islam.

Namun kantor media kelompok tersebut menolak membeberkan lebih rinci tentang jatuhnya MiG.

Menurut sumber-sumber Orient, sebuah rudal penjejak panas (inframerah) mengenai jet yang sedang melakukan serangan di wilayah pemukiman Tal Markada dan Be'er al-Kasab di pinggiran Damaskus timur.

Sehari sebelumnya, pejuang oposisi merespon cepat kabar kunjungan Basyar al-Assad di daerah Marj al-Sultan, Ghouta timur, dengan menembak jatuh helikopter di daerah al-Bahariyya.

Helikopter ditembak jatuh dengan rudal hasil rampasan perang dari militer rezim Assad.

Komandan koordinasi Jaisyul Islam, Abu Huthaifa, mengatakan bahwa kru Helikopter semua terluka dan ada kemungkinan beberapa diantaranya tewas.

Serangan pada helikopter terjadi hanya 4 jam setelah kunjungan Assad ke Marj al-Sultan yang berhasil direbut paksa militernya sebulan lalu

Media pro rezim, SANA, merilis video Basyar al-Assad diantara para loyalisnya tengah makan bersama, dengan keterangan sedang "berbuka puasa" dan menyemangati para "pahlawan Suriah" di garis depan.

Sementara media pro oposisi, Orient-news, menyatakan bahwa "Assad diantara para terorisnya untuk makan bersama (di garis depan) tidak dapat diverifikasi".

"Assad menggunakan cara tersebut untuk memotivasi tentara dan milisi pendukungnya di banyak front pertempuran, dimana media digunakan untuk mengarang cerita bohong tentang waktu dan lokasi kunjungan sebenarnya. Contohnya (ia disebut ada) di Zablatani pada sekitar satu setengah tahun lalu, sementara foto medianya menegaskan bahwa Assad sebenarnya ada di daerah Jobar", kritik Orient-news, terkait klaim bahwa Assad mendatangi garis depan.

Dalam berita kunjungan yang dirilis SANA, Assad menyatakan bahwa makanan di garis depan "adalah salah satu makanan paling enak sepanjang hidupnya". (Orient-news/SANA)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.