Suasana Daraya (foto),
Sebuah konvoi bantuan internasional berhasil mencapai kota terkepung Daraya yang dikuasai oposisi Suriah pada Kamis (9/6) malam waktu setempat, demikian laporan PBB pada hari Jum'at.

Bantuan kali ini membawa pasokan makanan dan menjadi pertama kalinya bagi kota bependuduk Muslim Sunni/Aswaja itu menerima makanan sejak dikepung pada tahun 2012 oleh rezim Assad.

Menurut Jens Laerke, juru bicara PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA), rombongan truk dari PBB dan Bulan Sabit Merah Suriah membawa persediaan pangan selama satu bulan bagi 2.400 orang.

Namun bantuan itu tidak akan cukup untuk sebulan, karena menurut Dewan kota, jumlah penduduk sipil yang masih bertahan di kota itu ada sekitar 8 ribu orang.

Pengiriman bantuan ini dimulai pada hari Kamis kemarin dan memerlukan waktu selama beberapa jam.

"Konvoi berhasil melewati semua pos pemeriksaan (rezim) untuk masuk ke sana, membagikannya dalam semalam, menyiapkan apa yang diperlukan dan menyerahkan bantuan makanan untuk pertama kalinya bagi warga Daraya setelah beberapa tahun", kata Laerke dalam konferensi pers.

Kekurangan gizi dilaporkan menyelimuti kota Sunni yang hanya berjarak 12 km dari pusat ibukota Damaskus itu. Pada konvoi pertama 1 Juni lalu, rezim Assad tidak membolehkan masuknya bantuan makanan.

Utusan PBB Staffan de Mistura, kepada wartawan pada hari Kamis, mengatakan bahwa rezim Assad telah menyetujui konvoi bantuan dari darat untuk 15 lokasi dari 17 wilayah yang dikepungnya, selama pengiriman bulan Juni ini.

Sebelumnya internasional memberikan opsi menyebarkan bantuan melalui udara jika tak ada perkembangan berarti atas perizinan rezim Assad.

Berbagai bantuan yang dikirim ke Daraya pada Kamis malam akan didistribusikan oleh petugas Bulan Sabit Merah Suriah.

"Meski tentu saja kita meminta akses yang tanpa syarat, tanpa hambatan apapun dan terus berkelanjutan bagi semua orang yang membutuhkan, dimanapun mereka berada, dan khususnya daerah terkepung maupun yang sulit dijangkau, dimana masih ada sekitar 4,6 juta orang hidup dengan kondisi ini di Suriah", lanjut Laerke

Sekitar 1,9 ton obat-obatan untuk berbagai penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, juga antibiotik dan vitamin, dari WHO juga dikirim oleh konvoi semalam.

Namun, rezim Assad tidak menyetujui pengiriman tiga kotak bantuan obat untuk luka bakar yang cukup bagi 30 orang, termasuk perban dan anestesi. Rezim menolaknya dari daftar yang disetujui.

Meskipun demikian, ada laporan SOHR tentang kekecewaan atas minimnya ketercukupan bantuan untuk kota itu.

Dewan kota Daraya mengatakan bahwa persediaan yang dibawa PBB tidak akan sampai untuk waktu dua minggu. Karena populasi Daraya lebih dari 8.000 jiwa, atau lebih 2 kali lipat dari perkiraan PBB.

Juru bicara Dewan, Hossam Ayyash, menyatakan bahwa masih belum jelas bagaimana cara jumlah bantuan terbatas itu akan didistribusikan kepada penduduk secara adil.

"Tentu saja kami sangat berterima kasih kepada tim yang telah membawa bantuan, tapi sayangnya jumlahnya tidak cukup. Kami tidak tahu bagaimana keputusan yang akan diambil (tentang cara mendistribusikan bantuan), karena tidak akan bisa (mencukupi) untuk dibagi pada semua orang yang ada di sini", kata Ayyash.

Pada hari Jum'at, atau tak sampai sehari setelah bantuan makanan PBB tiba, helikopter rezim Assad meningkatkan penyebaran bom terlarang Birmil ke wilayah Daraya.

Pada hari Rabu, atau sehari sebelum pengiriman bantuan, Daraya juga diserang oleh pasukan Assad. Namun pejuang oposisi Sunni mengklaim berhasil menangkalnya, bahkan menewaskan 10 tentara dan milisi Syi'ah pro Assad.

Daraya telah dibombardir dan diserang militer Assad sejak bulan Mei, setelah konvoi bantuan PBB ketika itu gagal masuk karena diblokir militer Assad. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.