Obat-obatan terlarang (foto Kompas),
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak berjihad melawan narkoba karena peredarannya saat ini sudah sangat memprihatinkan.

"Ternyata kalau mau merusak sebuah keluarga antara lain formatnya dirusak dengan drugs. Begitu juga dengan merusak sebuah bangsa dengan merusak generasi muda", kata Mensos di Jakarta, Minggu.

Khofifah menceritakan bahwa pada 1997 ia diundang International Narcotics Control Board (INCB) di Wina. Pada saat itu ada pertemuan tentang narkotika. Hal yang mengagetkan bahwa ada dua menteri dari Eropa menyampaikan di negeri mereka anak-anak muda banyak yang ketergantungan dengan psikotropika dari Indonesia.

"Saat itu kita masih menganggap bahwa Indonesia hanya negara transit narkoba, tapi ternyata kenyataannya tidak demikian. Menurut dua menteri di Eropa itu, anak muda di negeri mereka begitu addict dengan ekstasi bikinan Indonesia", ujar Khofifah.

Peredaran narkoba saat ini juga terus berkembang dengan modus dan jenis narkoba yang terus berubah sehingga sulit terdeteksi.

Selain itu, adiksi juga semakin tinggi karena narkoba berkaitan dengan jumlah uang yang besar.

"Ini menjadi potensi besar menggunakan kurir anak-anak. Saya katakan ini uang yang besar maka ujiannya juga besar", tambahnya.

Para orang tua harus waspada karena bandar narkoba terus mencari cara-cara baru dalam peredaran narkoba dan mengincar anak-anak sebagai kurir.

"Bandar mengambil kurir dari usia anak-anak karena mereka tidak bisa mendapatkan pemberatan hukuman dan maksimum separuh dari maksimum hukuman orang dewasa", kata Khofifah.

Anak-anak hanya bisa dikenakan Sistem Peradilan Pidana Anak dengan maksimum hukuman 10 tahun. Kemudian bebas bersyarat setelah menjalani setengah hukuman penjara ditambah bila dia mendapat remisi bisa hanya 3,5 tahun.

Ia mengatakan bahwa bandar narkoba sangat canggih dalam mencari celah yang memungkinkan mereka masuk dalam regulasi yang bisa meringankan bila pelaku kurir anak.

"Saya dua hari lalu ke Lapas Wanita di Tangerang. Yang ada di Lapas Anak sebanyak 186. Dari jumlah tersebut, 60 persen merupakan kurir", katanya.

Karena itu sangat penting melindungi anak-anak dari berbagai macam eksploitasi termasuk kemungkinan eksploitasi dari kurir narkoba.

"Anak-anak mungkin tidak tahu barang yang dititipkan adalah narkoba karena mereka hanya disuruh. Ini harus menjadi koreksi kita bersama lalu kita sampaikan kepada seluruh warga masyarakat terutama anak-anak betul-betul harus dijaga dari orang menitipkan sesuatu dengan imbalan yang menggiurkan", lanjutnya.

Pada peringatan Hari Antinarkotika Internasional yang diperingati setiap 26 Juni, Khofifah mengajak seluruh warga bangsa bergandengan tangan bersama-sama menghadapi bahaya dan bencana yang bisa menghancurkan umat dan sisi kemanusiaan tidak hanya di Indonesia tetapi di manapun.

"Saya melihat korban narkoba yang diambil hidupnya. Kalau teror orang sehat dibunuh mungkin dia meninggal dan juga tidak. Tetapi kalau narkoba, hidupnya yang diambil. Hidupnya menjadi begitu tergantung pada obat-obat ini dan produktivitasnya menurun dan itu artinya bahwa akan sangat banyak merugikan siapapun korban penyalahguna narkoba", urai Khofifah membandingkan bahaya narkoba dan teroris.

Pada 2014 sekitar 4,1 juta orang menjadi pecandu dan penyalahguna narkoba di Indonesia dengan uang yang dibelanjakan untuk narkoba mencapai Rp 63 triliun. (Antaranews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.