Suasana pasca ledakan (foto),
Bangsa Indonesia melalui kepala negaranya, Ir. Joko Widodo, menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada para korban bom bunih diri di bandara Ataturk, Turki yang terjadi pada Selasa (28/6) malam.

"Kemanusiaan kembali terkoyak. Duka cita mendalam untuk korban bom bunuh diri di Bandara Ataturk Turki. Dunia bersatu lawan terorisme -Jkw", tulis tweet akun resmi Presiden Jokowi, hari Rabu.

Menurut siaran pers dari Tim Komunikasi Presiden, Presiden Jokowi mengutuk serangan teror yang merenggut korban jiwa sebanyak 41 orang itu, termasuk sekitar 13 warga asing dari berbagai negara. Serta lebih dari 230 korban luka.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, Turki, menyatakan belum ada informasi adanya korban warga negara Indonesia (WNI).

"Belum diperoleh informasi adanya WNI yang menjadi korban. KJRI Istanbul telah menugaskan staf untuk memantau di Bandara Attaturk, berkoordinasi dengan otoritas setempat, berkoordinasi dengan masyarakat Indonesia di Istanbul, dan melakukan penelusuran untuk mencari kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban", demikian KJRI Istanbul dalam keterangan tertulisnya.

Sedangkan kementerian luar negeri RI meminta WNI di Turki tetap waspada dan menjaga diri sesuai koridor aturan setempat.

"Pemerintah kembali mengingatkan kepada seluruh WNI yang ada di Turki untuk jaga keamanan pribadi, meningkatkan kewaspadaan, menghindari tempat-tempat keramaian yang dapat menjadi target teror serta mengikuti arahan dan himbauan otoritas keamanan setempat", demikian kutipan pernyataan Kemlu melalui siaran pers, Rabu (29/6). (Antaranews/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.