Muhammad Ali (foto),
Jasad petinju legendaris asal Amerika Serikat, Muhammad Ali, dijadwalkan baru akan dimakamkan pada hari Jum'at (10/6) besok.

Dilansir detik.com dari mirror.co.uk, keluarga Ali ternyata telah merencanakan pemakamannya sejak sekitar 10 tahun lalu. Menurut keluarga, semasa hidup Ali juga dilibatkan dalam perencanaan prosesi pemakaman ini.

"Segala sesuatu yang kami lakukan di sini direstui dan diminta Muhammad Ali", ujar juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnel.

Menurut Gunnel, Ali meyakinkan sahabat dan keluarganya agar nyaman berbicara tentang kematiannya.

"Tidak apa-apa. Kita di sini untuk melakukan tugas yang saya inginkan. It's fine", tutur Gunnel menirukan perkataan Ali saat rapat keluarga membahas pemakamannya.

Gunnel melanjutkan, Ali berharap upacara pemakamannya di suatu tempat dimana para fans dari kalangan orang biasa bisa hadir, tidak hanya selebritis dan tamu VIP.

"Dia ingin upacara pemakamannya merefleksikan hidupnya dan bagaimana dia menjalani hidup. Dia ingin semua orang bisa hadir", jelas Gunnel.

Ali juga menginginkan perwakilan dari semua agama memberikan testimoni saat prosesi pemakamannya yang akan digelar secara Islam.

"Dia adalah juara bagi orang-orang, jadi kami ingin upacara pemakamannya merefleksikan itu", jelasnya.

Namun menjelang Ali wafat pada 3 Juni lalu, kata Gunnel, keluarga jadi ragu atas rencana pemakaman Ali yang dibahas beberapa tahun lalu itu.

Rencana kala itu, keluarga akan memakamkan jasad Ali di Muhammad Ali Centre. Rencana itu berubah di menit terakhir setelah sang istri, Lonnie, khawatir hal itu akan menyebabkan Muhammad Ali Centre harus ditutup karena banyaknya jumlah orang yang menghadiri upacara pemakaman.

Lonnie bersama dengan anak-anak Ali memutuskan bahwa jasad Ali akan melalui prosesi panjang di kota asalnya di Louisville, Kentucky.

Jasad Ali akan dibawa berkeliling ke tempat-tempat masa kecilnya. Mulai dari Muhammad Ali Center, kemudian dibawa ke jalan yang dinamakan dengan namanya, melalui kawasan-kawasan di mana dia tumbuh besar, termasuk berkegiatan seperti balap sepeda dan shadowboxing di luar rumah masa kecilnya.

Alasan mengapa Ali baru dimakamkan sepekan setelah kematiannya juga diberitakan BBC, hari Selasa (8/6/2016). Disebutkan prosesi jenazah dan pemakaman Muhammad Ali akan dilangsungkan dalam sebuah upacara besar antar iman namun dalam cara Islam hari Jum'at mendatang.

Hal ini dimaksudkan agar "memungkinkan siapapun dari seluruh dunia untuk mengucapkan selamat tinggal," jelas pihak keluarga.

Upacara pemakaman akan digelar pada Jum'at 10 Juni 2016 pada pukul 14.00 sore waktu setempat di KFC Yum! Center, sebuah stadion basket dengan kapasitas 22 ribu kursi.

Para pengunjung bisa datang dan akan mendapat tiket masuk. Tiket diberikan bagi mereka yang pertama datang.

Pemakaman terbuka untuk umum, dan bagi yang tidak dapat datang, pemakaman akan disiarkan secara streaming yang bisa diakses melalui alicenter.org.

Berbagai pemimpin politik dan pemuka agama akan hadir untuk memberi penghormatan terakhir kepada Ali.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Raja Abdullah II dari Yordania dan mantan Presiden AS Bill Clinton diharapkan ikut memberi testimoninya pada hari Jum'at.

Perwakilan dari sejumlah agama, termasuk Islam, Kristen, Katolik, Yahudi, Mormonisme dan Buddha juga akan hadir.

Upacara pemakaman akan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Imam Zaid Shakir, seorang cendekiawan di California.

Imam Zaid Shakir juga akan berkhutbah, dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan testimoni dari beberapa kerabat dan sahabat.

Jenazah Ali kemudian dibawa ke Cave Hill Cemetery, pemakaman tua bersejarah dan eksklusif yang indah dan hening di Louisville, Kentucky. (Detik/Mirror/ABCnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.