Sebuah bangunan kayu yang ikut dirusak massa
Myo Swe, ayah dari Abdul Syarif (seorang warga Muslim yang dianiaya), tengah memeriksa sebuah rumah yang rusak setelah serangan massa di masjid di wilayah Bago, Myanmar. setelah argumen atas pembangunan sebuah gedung baru.


Serangan massa warga desa yang beragama Buddha terjadi diawali perselisihan antara Abdul Syarif dengan seorang perempuan Buddha, terkait rencana pembangunan sebuah bangunan yang akan digunakan untuk sekolah Islam ataukah hanya gudang.

Proyek pembangunan itu ditolak seorang warga Buddha yang menyatakan bahwa masjid ataupun sekolah Islam telah dibangun di desa itu.

Hampir 200 warga Buddha kemudian mengamuk, menganiaya Syarif dan merusak masjid serta apa saja di sekitarnya, termasuk pagar pemakaman Islam.


Saat malam serangan (23/6), sekitar 70 warga Muslim desa itu, termasuk anak-anak, mencari perlindungan di kantor polisi.

Pejabat keamanan lokal segera bergerak mengatasi keadaan, namun dilaporkan belum ada penangkapan atau penetapan tersangka dalam serangan itu.

Pejabat juga menyatakan jika konflik ini bukan konflik agama, melainkan "cuma keributan antar tetangga".

Banyak warga Muslim merasa tak aman lagi tetap tinggal di desa itu, dan berkemas pergi ke tempat lain, meski masih ada yang tetap bertahan.


Kondisi masjid seusai dirusak
(Sumber: Anadolu Agency/Myamar Times/Daily Sabah/ABCOnline)

Berikut suasana saat terjadi perusakan masjid oleh massa Buddha di desa tersebut yang beredar di dunia maya (belum dapat dikonfirmasi dari sumber lain apakah orang-orang ini adalah rombongan asli penyerang):




Warga Buddha menginjak-injak bagian dalam masjid yang rusak
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.